Salatiga jadi percontohan sanitasi aman lewat IPLT Ngronggo 

Komunitas, wartawan dan influencer mengunjungi Instalasi Pengolahan Limbah Tinja (IPLT) Ngronggo, Salatiga, Jawa Tengah, Selasa (8/10). Kunjungan ini mengingat IPLT  Ngronggo jadi percontohan nasional pengolahan limbah tinja. 

Update: 2024-10-09 17:35 GMT
Sumber foto: Pranoto/elshinta.com.

Elshinta.com - Komunitas, wartawan dan influencer mengunjungi Instalasi Pengolahan Limbah Tinja (IPLT) Ngronggo, Salatiga, Jawa Tengah, Selasa (8/10). Kunjungan ini mengingat IPLT  Ngronggo jadi percontohan nasional pengolahan limbah tinja. 

USAID IUWASH Tangguh mengisiniasi diskusi dan kunjungan ke IPLT Ngronggo, Salatiga itu. Tujuan utamanya adalah memberikan informasi yang akurat kepada masyarakat mengenai pengolahan air limbah domestik. Kegiatan ini diikuti berbagai komunitas lingkungan, perwakilan media, dan sejumlah influencer. 

Immanuel Ginting, selaku Nasional Koordinator Urban Sanitation USAID IUWASH Tangguh menuturkan bahwa kegiatan dilaksanakan dalam rangka Peringatan Hari Habitat Sedunia. 

“Jadi kegiatan hari ini kita adakan dalam rangka memperingati Hari Habitat Sedunia. Ini adalah Pre Event Hari Habitat yang akan kita laksanakan bersama dengan Kementerian PUPR di Jogja mulai tanggal 9 sampai 12 Oktober 2024. Kami memilih Salatiga karena sistem yang berjalan di Salatiga itu berjalan dengan baik," jelasnya.

Selain di Salatiga, juga digelar beberapa agenda di Jakarta seperti webinar yang melibatkan masyarakat luas serta sosialisasi di beberapa Bus Trans Jakarta. 

Kepala DPUPR Kota Salatiga Syahdhani Onang Prastowo  berharap segenap peserta dapat membantu Pemkot Salatiga dalam memberikan edukasi ke seluruh lapisan terkait pentingnya sanitasi aman.

“Sebenarnya kami sudah melakukan berbagai kegiatan bersama Ibu-ibu PKK, Dinkes dan kelompok lain untuk mengedukasi masyarakat. Tetapi setelah kami evaluasi hasilnya kurang maksimal. Nah, ternyata setelah kami telisik salah satu permasalahannya terkait perilaku dan kesadaran manusia itu sendiri. Oleh karena itu, melalui forum ini kami berharap teman-temen semua dapat membantu kami dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait sanitasi aman. Sehingga generasi ke depan mendapatkan warisan yang bagus," ujarnya. 

Saat ini IPLT Salatiga sedang dilakukan pembangunan untuk memperluas kapasitas pengolahan lumpur tinja. Selain dapat menampung dan mengolah lebih banyak, diharapkan juga dapat menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Salatiga. 

“Kontribusi ke PAD tiga tahun ini sudah kami jalankan. Untuk kontribusi di tahun ini ditargetkan Rp 165 juta karena tahun sebelumnya sebesar Rp 150 juta. Tahun depan dengan yang sedang kami bangun ini, target kita bisa berkontribusi di angka Rp 500 juta," pungkas Dhani seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Pranoto, Rabu (9/10). 

Selama kunjungan, peserta juga berkesempatan untuk berdiskusi dengan para ahli mengenai pengelolaan limbah secara berkelanjutan. Beberapa pertanyaan yang diajukan antara lain terkait kapasitas IPLT, biaya layanan, serta cara pembuangan limbah yang benar. 

“Kami Pemkot Salatiga membuka dua sistem yakni melalui telepon dan Layanan Lumpur Tinja Terjadwal (LLTD). Kalau On Call, kami menyediakan call center dengan nomor 0813 1838 2122 atau 0858 7502 4600 dan 0812 3194 2818. Silahkan dapat menghubungi nomor tersebut. Kemudian kalau LLTD itu memang pengelolaan yang telah terjadwal dan diangkut menggunakan kendaraan pengangkut yang juga terdaftar dan dibuang ke IPLT,"  kata Agus Widodo, selaku Kepala UPTD IPALD Kota Salatiga.

Tags:    

Similar News