Bakal gantikan Budi Gunawan jadi Kepala BIN, ini tantangan M Herindra 

DPR hari ini menggelar fit and proper test kepala BIN baru, Letjen pur Muhammad Herindra. Jika disetujui DPR, Herindra akan menjadi Kepala BIN pertama yang diusulkan Presiden 10 hari sebelum pergantian denga Presiden baru.

Update: 2024-10-16 14:14 GMT
Sumber foto: Istimewa/elshinta.com.

Elshinta.com - DPR hari ini menggelar fit and proper test kepala BIN baru, Letjen pur Muhammad Herindra. Jika disetujui DPR, Herindra akan menjadi Kepala BIN pertama yang diusulkan Presiden 10 hari sebelum pergantian denga Presiden baru.

"Ini menyimbolkan keberlanjutan dan komunikasi intensif antara Jokowi dan Presiden Prabowo, karena pengguna kepala BIN Herindra nanti adalah pak Prabowo tapi uniknya diusulkan dengan surat presiden Jokowi," ujar pengamat intelijen Ridlwan Habib di Jakarta (16/10). 

Ridlwan yang juga menjabat sebagai tenaga ahli utama kemanan Kantor Staf Presiden itu menambahkan, Herindra adalah figur yang bakal menjadi mata dan telinga Prabowo selama menjadi Presiden. "Secara teori, Kepala BIN adalah orang terdekat dan yang paling dipercaya Presiden," ujar alumni S2 Kajian Intelijen Strategik UI tersebut. Herindra adalah Wakil Menteri Pertahanan dan sudah mengenal Prabowo sejak berkarir di Kopassus puluhan tahun lalu.

Ridlwan menyebut Herindra akan menghadapi 5 tantangan sebagai Kepala BIN yang baru. "Pertama, penataan organisasi BIN yang lebih profesional dan kembali pada jati diri intelijen, senyap tapi berhasil," ujarnya. Penggunaan baju seragam dengan logo BIN dan nama anggota dirasa kurang tepat. "Sebaiknya intelijen jangan pakai identitas seragam," ujarnya. 

Tantangan ke 2 yang akan dihadapi Herindra adalah dinamika ancaman dalam negeri yang terus dinamis. "Ancaman terorisme, termasuk terorisme siber makin berkembang, ini harus menjadi atensi kepala BIN Herindra," katanya. 

Tantangan ke 3 adalah situasi geopolitik yang makin memanas. Konflik Israel dan negara-negara sekitarnya, Palestina dan Libanon membuat peta politik ancaman makin beragam. Selain itu, ketegangan di Selat Taiwan antara Beijing dengan Taiwan juga berpengaruh bagi Indonesia. "Kepala BIN Herindra yang sudah berpengalaman sebagai wakil menteri pertahanan pasti akan mengambil langkah strategis agar Indonesia bisa survive dalam situasi volatile itu," ujar Ridlwan. Kantor kantor perwakilan BIN luar negeri perlu diperbanyak dengan dukungan agen agen profesional. 

Tantangan ke 4 adalah menyiapkan kader kader muda intelijen yang profesional dan ahli. "Kurikulum STIN dan kualitas Diklat bisa diperbarui dengan bahan ajar yang lebih up to date, dan melakukan seleksi siswa berprestasi dari seluruh Indonesia," tutupnya. 

Tags:    

Similar News