2 rescuer gugur, Kabasarnas: Lakukan evaluasi menyeluruh

Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Kabasarnas) Marsdya TNI Kusworo mengungkapkan turut berduka atas gugurnya dua rescuer Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Medan, Sumatera Utara.

Update: 2024-10-25 15:07 GMT
Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Kabasarnas) Marsdya TNI Kusworo. Foto: Humas Basarnas

Elshinta.com - Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Kabasarnas) Marsdya TNI Kusworo mengungkapkan turut berduka atas gugurnya dua rescuer Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Medan, Sumatera Utara.

Hal ini disampaikan saat memberikan pengarahan kepada seluruh pegawai di lingkungan Basarnas secara online, Kamis (24/10/2024).

“Kehilangan besar bagi Basarnas. Satu nyawa saja, tidak ternilai harganya. Sedih sekali rasanya harus kehilangan dua rescuer sekaligus,” ungkapnya.

Kusworo memerintahkan kepada seluruh pimpinan kantor SAR, khususnya Medan, untuk membuat tim investigasi serta melaksanakan analisa secara mendalam terkait musibah yang dialami 2 (dua) rescuernya.

“Di luar takdir dari Yang Maha Kuasa, saya minta seluruh pegawai Basarnas, baik di pusat maupun daerah, melaksanakan evaluasi menyeluruh terkait musibah ini,” tegasnya.

Dalam melakukan upaya evaluasi, ia menginstruksi agar seluruh aspek teknis yang menyebabkan musibah ini harus dilakukan secara rinci. Mulai dari petunjuk pedoman penyelenggaraan SAR, Standard Operating Procedure (SOP), kapabilitas rescuer, sarana prasarana dan peralatan, hingga pelibatan Potensi SAR.

Sehingga dari hasil analisa tersebut dapat diharapkan menghasilkan rekomendasi yang konstruktif sebagai referensi dalam penyelenggaraan SAR ke depan.

Lebih lanjut, Kusworo berpesan bagi seluruh kantor SAR yang berpotensi menghadapi kasus serupa. Ia meminta untuk membuat analisa berdasarkan peta wilayahnya masing-masing.

“Orientasinya agar kejadian serupa tidak terjadi lagi di masa depan. Saya berharap, peristiwa ini menjadi yang terakhir kali di Basarnas. Jangan lagi ada anggota kita yang gugur saat melaksanakan tugas,” ungkapnya.

Diberitakan sebelumya, dua (2) rescuer Kantor SAR Medan atas nama Tengku Rahmatsyah Putra (36) dan Dodi Prananta (38), berhasil ditemukan tim SAR di area bendungan PT Wampu Electric Power (WEP) di Desa Rih Tengah, Kecamatan Kutabuluh, Kabupaten Tanah Karo, Rabu (23/10/2024) petang.

Setelah 8 hari melakukan pencarian oleh Tim SAR, kedua ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Mereka terlibat dalam operasi pencarian korban atas nama Jeplenta Sebayang (36) warga Desa Limang, Kecamatan Tiga Binanga, Kabupaten Karo yang dilaporkan hanyut saat memancing.

Ketika proses pencarian berlangsung, rafting memasuki alur sungai yang menyempit dan sangat deras. Rafting kedua rescuer bersama 4 personel lainnya tersebut tak terkendali dan menabrak kayu yang melintang. Rafting terbalik.

Keenam personel terlempar dan terseret arus yang deras itu. Empat personel berhasil menyelamatkan diri dan 2 rescuer tersebut meninggal dunia. Sementara korban hanyut, Japlenta Sebayang, juga ditemukan meninggal dunia pada hari Sabtu (19/10/2024). (Rir/Ter)

Tags:    

Similar News