Ribuan kilogram ikan karamba Waduk Mulur Sukoharjo mati terdampak peralihan musim

Ribuan ikan budidaya di Karamba Waduk Mulur, Kecamatan Bendosari, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah mati terdampak peralihan musim. Cuaca ekstrim membuat habitat ikan yakni air waduk menjadi lebih hangat, sehingga kandungan amonia dari kotoran ikan naik dan meracuni ikan.  

Update: 2024-11-15 22:55 GMT
Sumber foto: Deni Suryanti/elshinta.com.

Elshinta.com - Ribuan ikan budidaya di Karamba Waduk Mulur, Kecamatan Bendosari, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah mati terdampak peralihan musim. Cuaca ekstrim membuat habitat ikan yakni air waduk menjadi lebih hangat, sehingga kandungan amonia dari kotoran ikan naik dan meracuni ikan.  

Arjo, salah satu pemilik karamba mengatakan, ribuan ikan budidaya yang mati mendadak sudah mendekati masa panen. Kematian ikan terjadi pada delapan petak karamba dari total belasan karamba yang ada di Waduk Mulur. Jenis ikan yang tidak tahan perubahan musim ini kebanyakan adalah jenis ikan nila atau kakap. Sebagian kecil jenis ikan gurame.

Ia menyebutkan, ribuan ikan siap panen tersebut sudah dalam keadaan mati saat petani karamba akan memberi pakan ternak dala, sepekan terakhir. "Mungkin matinya malem soalnya setelah pakan sore masih belum apa-apa. Semua mengambang saat mau dikasih makan paginya," ungkap Arjo.

Arjo menambahkan, kematian ikan secara mendadak tersebut pada dasarnya terjadi setiap pergantian musim utamanya dari musim kemarau ke musim penghujan. Artinya telah menjadi risiko tahunan bagi petani karamba. Namun, tahun ini petani gagal mengantisipasi kerugian lantaran ikan yang mati sudah masuk siap panen.

"Otomatis kerugian lebih besar dibandingkan usia ikan dalam tahap pembibitan atau pembesaran," tambahnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Deni Suryanti, Jumat (15/11).

Lebih lanjut Arjo menyampaikan, ikan-ikan yang mati diangkat dari waduk kemudian dikuburkan agar tidak membusuk dan menjadi sumber penyakit. Selain  itu, ikan busuk juga akan mecemari air yang berisiko membahayakan sisa ikan yang masih bisa diselamatkan. Petani karamba akhirnya juga memutuskan memanen sisa ikan yang masih hidup lebih awal untuk menekan kerugian modal pemeliharaan. 

Tags:    

Similar News