Masih ada pejabat ke luar negeri, IAW: Instruksi Presiden Prabowo perlu dipertegas
Indonesian Audit Watch (IAW) menyoroti kabar beberapa pejabat Kementerian Perindustrian (Kemenperin) yang bertolak ke Turki pekan lalu. IAW menilai hal tersebut bisa menjadi momentum bagi Presiden Prabowo memperkuat instruksinya dengan melahirkan produk hukum.
Elshinta.com - Indonesian Audit Watch (IAW) menyoroti kabar beberapa pejabat Kementerian Perindustrian (Kemenperin) yang bertolak ke Turki pekan lalu. IAW menilai hal tersebut bisa menjadi momentum bagi Presiden Prabowo memperkuat instruksinya dengan melahirkan produk hukum.
"Presiden (Prabowo) bisa mengeluarkan semacam Kepres (Keputusan Presiden), supaya instruksinya ini benar-benar dijalankan bawahannya di kementerian atau lembaga," ujar Sekretaris Jenderal IAW, Iskandar Sitorus kepada awak media, Rabu (4/12/2024).
Iskandar menyebut ketika sebuah instruksi dituangkan secara tertulis, alias dibuat aturan yang mengikat, maka akan ada perbedaan yang signifikan ketimbang hanya sekadar imbauan. "Reward and punishment-nya jelas. Ketika melanggar mereka tahu konsekuensinya," tegas Iskandar.
Dalam konteks pejabat Kemenperin yang berangkat ke Tukri akhir November kemarin, Iskandar menjelaskan bahwa hal tersebut sejatinya sulit dibendung. Hal ini tandas Iskandar bisa jadi agenda mereka sudah direncanakan jauh-jauh hari sebelumnya.
"Persoalannya, ketika mereka berangkat itu, sebelumnya sudah ada imbauan dari Presiden Prabowo. Ini soal itikad baik, moralitas dan tingkat kepatuhan kepada pimpinan," ungkap Iskandar lagi. Maka dari itulah pentingnya sebuah produk hukum untuk menguatkan instruksi atau imbauan (Presiden)," lanjut Iskandar.
Sebagai informasi, kesembilan orang ini hadir dalam rangka Pelaksanaan Halal Expo 2024 di Tukri. Kegiatan berlangsung sejak 26 November 2024 hingga 1 Desember 2024.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto meminta menteri-menteri Kabinet Merah Putih untuk mengurangi perjalanan luar negeri demi menghemat anggaran. Presiden Prabowo mengatakan, jika perjalanan luar negeri dapat dikurangi selama 5 tahun ke depan, terjadi penghematan hingga 1,5 miliar dollar AS.
"Tolonglah, ya, para menteri, puasa dulu, puasanya 5 tahun. Kalau 5 tahun kita hemat 1,5 miliar dollar dari perjalanan saja," kata Presiden Prabowo dalam pembukaan Sidang Tanwir dan resepsi Milad ke-112 Muhammadiyah, di Kupang, Rabu (4/12).
Prabowo mengatakan, perjalanan luar negeri hendaknya dikurangi separuhnya atau sekitar 50 persen. Prabowo menyebutkan, anggaran perjalanan luar negeri pejabat Indonesia mencapai 3 miliar dollar AS atau setara dengan Rp 47,8 triliun dengan kurs Rp 15.960/dollar AS.
"Saudara-saudara, hitungan kita perjalanan luar negeri saja itu, Indonesia ini perjalanan luar negeri pejabat-pejabat, 3 miliar dollar. Saya minta dikurangi 50 persen saja. Kalau bisa dikurangi 50 persen, artinya kita bisa menghemat Rp 15 triliun," ujar Prabowo lagi.
Menurut Prabowo, penghematan anggaran itu bisa membangun bendungan, irigasi, sarana pendidikan, serta mendanai program makan bergizi gratis.
Merespon protes tersebut, Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza menjelaskan, kalau kunjungan tersebut memiliki tujuan strategis yaitu mempromosikan produk halal unggulan Indonesia di ajang Halal Expo Turki 2024. Menurutnya, kehadiran delegasi Indonesia di acara tersebut merupakan langkah penting untuk memperkenalkan potensi industri halal Tanah Air ke kancah internasional.
Halal Expo Turki 2024 adalah salah satu platform utama untuk memperkenalkan keberagaman produk halal Indonesia. Kehadiran kita mencerminkan betapa kuatnya potensi produk halal Indonesia di pasar global,” ujar Faisol. Ia juga menekankan, kunjungan ini memiliki dimensi pembelajaran untuk mendukung persiapan Indonesia Halal Expo yang akan digelar di masa mendatang. Sebab, Indonesia memiliki visi besar untuk menjadi pusat industri halal dunia.
"Kita sedang mempersiapkan Industri Halal Indonesia Expo. Ini bagian penting dari upaya kita untuk belajar dan memastikan bahwa Indonesia menjadi pusat industri halal terbaik di dunia, bukan Turki atau negara lain,” tambahnya.
Faisol mengingatkan, sektor halal merupakan peluang besar yang perlu dimanfaatkan, mengingat pertumbuhan permintaan produk halal yang semakin pesat di pasar global. Dengan kunjungan ini, Indonesia berusaha memperkuat daya saingnya dan menarik minat pelaku usaha internasional.