Gandeng Fakultas Vokasi, UB Forest kembangkan IoT
Di akhir Desember 2024 dan dalam rangkaian kegiatan Dies Natalis UB ke 62 salah satunya adalah meluncurkan aplikasi pengelolaan hutan berbasis Internet of Things (IoT) di UB Forest Resort Sumberwangi, Karangploso, Kabupaten Malang.
Elshinta.com - Di akhir Desember 2024 dan dalam rangkaian kegiatan Dies Natalis UB ke 62 salah satunya adalah meluncurkan aplikasi pengelolaan hutan berbasis Internet of Things (IoT) di UB Forest Resort Sumberwangi, Karangploso, Kabupaten Malang.
Sekretaris UB Tri Wahyu Nugroho mengungkapkan berbicara hutan tidak hanya berbicara soal penelitian, namun juga harus ada pengembangan tehnologi dengan memanfaatkan tehnologi sehingga mitigasi terkait bencana sekitar kawasan hutan dapat diketahui.
Gayung pun bersambut dengan tim peneliti dari Fakultas Vokasi Universitas Brawijaya, dipimpin oleh Rachmad Andri Atmoko, S.ST., M.T., Kepala Laboratorium Internet of Things & Human-Centered Design. "Harapan kita aplikasi ini sangat bermanfaat untuk kepentingan riset , dan masyarakat," tandasnya.
Kepala Unit Pelaksana Tehnis Kesatuan Pengelolaan Hutan (UPT PKH), Dr. Muchammad Roviq, SP.,MP. mengungkapkan tugas yang diemban pihak pengelola sangat tegas apalagi terkait dengan Peraturan Menteri (Permen) terkait Kawasan Hutan dengan tujuan khusus (KHDTK).
Rifqi Rahmat Hidayatullah, S.Hut., M.Si Koordinator KJF/Manajer Pendidikan, Pelatihan dan Pengembangan UPT Pengelola Kawasan Hutan, UB Forest memaparkan terkait UB Forest yang dikelola tahun 2015 menyatakan aplikasi multifunction monitoring basade IOT dan AI.
“Aplikasi ini sangat membantu dan mempercepat deteksi awal dimana UB Forest berada di kawasan hutan dan gunung,” ujarnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, A Haris Sugiharto, Rabu (11/12).
Tentu saja dengan adanya kolaborasi antara Fakultas Vokasi dengan Fakultas Kehutanan membawa dampak positif.
“Harapannya prototype alat ini dapat dipakai tidak hanya di UB Forest saja namun juga KHDTK dan kawasan hutan lain hanya saja perlu ada penyempurnaan agar menghasilkan data dan manfaat,” tandasnya.
Sementara itu, Rachmad Andri Atmoko, S.ST., M.T., MCF Kepala Laboratorium Internet of Things & Human Centered Design, Fakultas Vokasi UB mengungkapkan kendalan yang umum dalam penerapan aplikasi adalah terkait sinyal.
“Dan ini terpecahkan dengan gunakan sinyal gelombang radio rendah jangkauan jauh atau LoRa ,” ujarnya.
Semula LoRa sangat sulit untuk mengirim data namun setelah melalui berbagai penelitian akhirnya dapat men-support gambar meski memiliki waktu jeda.