Legislator dorong Pemda DIY bangun museum sejarah perjuangan para pahlawan
Jejak para pahlawan dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia banyak berada di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Selayaknya DIY memiliki museum-museum khusus tentang pejuang kemerdekaan dari DIY sebagai bentuk penghargaan terhadap jasa para pahlawan.
Elshinta.com - Jejak para pahlawan dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia banyak berada di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Selayaknya DIY memiliki museum-museum khusus tentang pejuang kemerdekaan dari DIY sebagai bentuk penghargaan terhadap jasa para pahlawan.
Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto meminta agar Pemda DIY melakukan koordinasi dengan kabupaten/kota di DIY dalam upaya membangun museum-museum bersejarah tersebut. Kehadiran museum sejarah sangat penting bagi DIY. Selain banyak tokoh-tokoh perjuangan kemerdekaan, Yogyakarta dulu pernah menjadi Ibu Kota Republik Indonesia di saat situasi negara dalam kondisi genting. Sri Sultan Hamengku Buwono IX saat itu berperan besar dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Sehingga Pemda DIY harus serius untuk menghadirkan museum bersejarah ini.
"Banyak tokoh dan peristiwa penting ada di Yogya, bagaimana peran Sri Sultan HB IX, KGPAA Pakualam VIIII dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Yogyakarta juga pernah menjadi Ibukota Republik. Maka penting akan hadirnya musuem untuk menghargai pengorbanan dan semangat juang para pendiri bangsa," kata Ketua Komisi A DPRD DIY Eko Suwanto, saat berkunjung ke Rengasdengklok dalam rangka kegiatan Napak Tilas Sejarah, Mengukuhkan Semangat Pancasila, Jumat (06/12/2024).
Eko Suwanto yang juga Politisi PDIP kota Yogyakarta itu mengharapkan agar museum-museum-museum di Yogyakarta nantinya bisa menjadi tempat pembelajaran maupun riset bagi mahasiswa, dosen dan lainnya. Mengingat di Yogyakarta juga memiliki banyak kampus yang sehingga keberadaan museum bisa mendukung pembelajaran mahasiswa. Tentunya keberadaan museum juga bisa menjadi tempat rekreasi.
"Kita harus ingat bahwa peran para tokoh di Yogya itu sangat besar. Ini harus diceritakan lewat museum itu," katanya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Izan Raharjo, Rabu (11/12).
Dalam kegiatan Napak tilas ke Rengasdengklok, Komisi A DPRD DIY mengunjungi dua tempat bersejarah yaitu rumah bersejarah Rumah Djiauw-Kie Siong yang menjadi tempat singgah Bung Karno dan Bung Hatta. Kemudian mengunjungi Tugu Kebulatan Tekad yang tidak jauh dari rumah Djiauw- Kie Siong. Rumah Djiauw-Kie Siong yang menjadi saksi bisu peristiwa Rengasdengklok tersebut sampai saat ini masih bisa dikunjungi. Meski lokasinya sudah bergeser dari lokasi sebenarnya tetapi bentuk bangunan rumah masih dijaga orisinalitasnya.
Sementara Monumen Kebulatan Tekad dulunya adalah markas Pembela Tanah Air (PETA) dan menjadi simbol perlawanan rakyat dalam melawan penjajah. Pada monumen ini terdapat relief yang menggambarkan peristiwa Rengasdengklok. Monumen berada diatas lahan seluas 1.500 meter persegi dan dibangun pada tahun 1950 dengan biaya sumbangan dari warga dan pemerintah sebesar Rp17.500.