BPBD Jakarta kembali gelar operasi modifikasi cuaca
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta kembali melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) tahap kedua, mulai 13 hingga 16 Desember 2024. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi curah hujan tinggi yang diprediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), yang dapat meningkatkan risiko genangan dan banjir di wilayah Jakarta
Elshinta.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta kembali melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) tahap kedua, mulai 13 hingga 16 Desember 2024. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi curah hujan tinggi yang diprediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), yang dapat meningkatkan risiko genangan dan banjir di wilayah Jakarta.
"Sebelumnya BPBD Jakarta telah melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) pada sabtu, minggu, dan senin atau 7 hingga 9 Desember 2024," dijelaskan Kapusdatin BPBD Jakarta, Mohamad Yohan saat diwawancara di Radio Elshinta pada edisi pagi Jumat 13 Desember 2024. Operasi Modifikasi Cuaca tidak hanya dilakukan BPBD Jakarta namun juga dilaksanakan oleh BNPB.
"Operasi Modifikasi Cuaca dilakukan BPBD Jakarta dilakukan dengan mekanisme APBD dan untuk tahun ini baru provinsi Jakarta saja yang melakukan dengan mekanisme tersebut. Sementara BNPB melakukan OMC dengan menggunakan status darurat Jawa Barat", ungkap Yohan.
Yohan menambahkan, untuk area operasi modifikasi cuaca BPBD dan BNPB sama-sama di sekitar Jakarta, namun fokusnya berbeda. BPBD berfokus di wilayah Utara ke arah Barat Daya pulau Jawa, sementara BNPB di sekitar perbatasan Jabodetabek dan ke arah selatan tepatnya di Sukabumi.
BPBD Jakarta tetap melaksanakan operasi modifikasi cuaca tahap kedua mulai jumat, 13 Desember 2024 meski cuaca di Jakarta terpantau cerah sesuai arahan PJ Gubernur Jakarta. Langkah ini juga dilakukan berdasarkan perhitungan dan koordinasi bersama BMKG. .
Dari hasil evaluasi BPBD Jakarta, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) tahap pertama yang dilakukan cukup efektif. Dimana rata-rata persentase pengurangan dari prediksi BMKG hingga realisasinya mencapai minus 42 persen. Bahkan persentase pengurangan pada hari Minggu 8 Desember 2024 mencapai minus 92 persen, jelas Kapusdatin BPBD Jakarta, Mohamad Yohan.
Menurut BMKG, dinamika atmosfer seperti Madden-Julian Oscillation (MJO), bibit siklon di Samudra Hindia, dan angin monsun dari Asia akan meningkatkan curah hujan di wilayah Jawa, termasuk DKI Jakarta. Puncak curah hujan diprediksi terjadi pada 13 dan 14 Desember 2024, dengan intensitas hujan sedang hingga tinggi di beberapa lokasi.
Untuk memastikan kelancaran operasi modifikasi cuaca BPBD DKI Jakarta telah berkoordinasi dengan BMKG, BNPB, dan instansi terkait lainnya. Pesawat, bahan semai, serta tim pelaksana telah siap di lokasi. Selain itu, briefing harian akan dilakukan untuk memastikan setiap penerbangan dapat menargetkan area yang tepat. Sementara itu BPBD Jakarta tetap mengimbau warga untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem
Penulis : Dwi Iswanto