Ketua MPR RI dorong peternak sapi APPSI terlibat dalam program MBG
Program makan bergizi gratis yang akan digulirkan pemerintahan Prabowo-Gibran memerlukan bahan makanan yang cukup besar. Hal ini menjadi peluang bagi UMKM makanan dan peternak sapi untuk memasok bahan-bahan yang dibutuhkan.
Elshinta.com - Program makan bergizi gratis yang akan digulirkan pemerintahan Prabowo-Gibran memerlukan bahan makanan yang cukup besar. Hal ini menjadi peluang bagi UMKM makanan dan peternak sapi untuk memasok bahan-bahan yang dibutuhkan.
Ketua MPR RI Ahmad Muzani mendorong agar para peternak sapi yang tergabung dalam Asosiasi Peternak dan Penggemuk Sapi Indonesia (APPSI) dapat mengambil peluang pada program makan bergizi tersebut. Anggota APPSI yang ada diberbagai wilayah di Indonesia dapat mengambil bagian dalam program makan bergizi gratis dengan mensuplai susu.
Program makan bergizi gratis untuk pelajar akan membutuhkan suplai susu yang cukup besar. APPSI diharapkan mampu memproduksi susu kemasan 100 ml atau 200 ml untuk program makan bergizi gratis bagi pelajar. Susu tersebut kemudian dijual ke unit layanan dimana setiap unit itu melayani 3 ribu pelajar.
"Tapi susu jangan dicampur-campur. Untuk yang 200 ml harga Rp 2.500 masih bisa, tapi kalau harga Rp 5000 saya pastikan gak bisa," ujar Ahmad Muzani saat menghadiri Rapat Konsolidasi Asosiasi Peternak dan Penggemuk Sapi Indonesia (APPSI), di Royal Ambarukmo Hotel Yogyakarta, Rabu (11/12/2024).
Ahmad Muzani yang juga Ketua Dewan Pembina APPSI mengatakan program makan bergizi ini untuk perbaikan kualitas SDM untuk mewujudkan Indonesia emas 2045. Konsumsi minum susu Indonesia masih cukup rendah dibanding negara tetangga seperti Malaysia atau Singapura. Ini yang menyebabkan angka kekurangan gizi di Indonesia masih cukup tinggi. Untuk bisa memenuhi kebutuhan susu yang cukup besar pada program makan bergizi ini maka perlu mendatangkan dari luar negeri. Karena produk susu dalam negeri masih belum mencukupi.
"Menjadi keprihatinan karena Indonesia salah satu negara yang tingkat konsumsi minum susunya cukup rendah, itu sebabnya angka kekuarangan gizi tinggi. Maka Pak Prabowo sejak awal untuk perbaiki kualitas SDM maka menjadi suatu yang mendesak agar makan bergizi ini diprogramkan," katanya.
Semenatara, kepada para peternak sapi anggota APPSI berharap agar asosiasi ini bisa memberikan kebaikan pada anggota. Anggota diharapkan mendapatkan manfaat bisa bertukar pengalaman dan berbagi ilmu untuk mengembangkan usaha. Asosiasi bisa menjadi tempat berbagai informasi dengan anggota yang lainya seperti penanganan sapi yang sakit atau penjualan dan lainya.
"Anggota asosiasi merasa medapatkan manfaat ketika sapinya sakit, caranya ada dokter yang datang, atau cara mengobati yang baik bagaimana baik secara modern maupun tradisional. Kalau ada sapi yang berat badanya tidak naik, maka ada yang memberitahu cara menaikanya, dengan ramuan dan olahan pakan berdasar pengalaman dilapangan," ujarnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Izan Raharjo, Jumat (13/12).