PPN naik 12 persen, pengelola UMKM sektor wisata di Bekasi tidak naikkan harga tiket
Terkait kenaikan Pajak Penambahan Nilai (PPN) yang rencananya akan berlaku pada Januari 2025 sebesar 12 persen. Pelaku Usaha Menengah dan Kecil (UMKM), di Bekasi Jawa Barat mengaku tantangan berat dan berharap adanya kebijakan dari pemerintah khususnya terhadap UMKM.
Elshinta.com - Terkait kenaikan Pajak Penambahan Nilai (PPN) yang rencananya akan berlaku pada Januari 2025 sebesar 12 persen. Pelaku Usaha Menengah dan Kecil (UMKM), di Bekasi Jawa Barat mengaku tantangan berat dan berharap adanya kebijakan dari pemerintah khususnya terhadap UMKM.
Menurut Dieng Kartikasari Tedjo, selaku pengelola UMKM di sektor wisata permainan salju di Bekasi, pihaknya menghargai apa yang sudah menjadi keputusan pemerintah dan walaupun PPN naik 12 persen, untuk libur nataru tahun ini bagi warga yang berwisata ke permainan salju di Bekasi miliknya tersebut, Dieng tidak akan menaikan harga tiket masuk bahkan memberikan diskon bagi warga yang akan berwisata permainan salju.
"Kalau PPN naik 12 persen, lalu saya menaikan juga harga tiket, saya kasihan kepada warga yang berkunjung ke sini, makanya saya tetap tidak akan menaikan harga," ujar Dieng, Senin (23/12)
Oleh karenanya. Dieng sangat berharap kepada pemerintah khususnya para pelaku usaha UMKM bisa mendapat kebijakan di kala adanya kenaikan PPN 12 persen, sehingga para pelaku UMKM kedepan bisa terus bergerak maupun berkembang dalam memajukan usahanya.
"Mudah mudahan pemerintah bisa bijak memberikan yang terbaik bagi UMKM," pinta Dieng seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Eko Purnomo.
Dijelaskan Dieng, permainan salju bernama first frozen yang berada di Bekasi, merupakan satu satunya permainan salju di Indonesia yang berkonsep menengah kebawah, sehingga di musim libur nataru ini berbarengan dengan musim libur sekolah bisa menghibur warga Bekasi maupun yang datang dari luar Bekasi.
"Tiket kami hanya Rp80 ribu itu sudah bisa anak dan ibunya menikmati permainan salju dengan konsep permainannya sama dengan yang ada diluar negeri," terangnya.