Jubir Kemenlu: keluar masuk meeting internasional lumrah

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menanggapi momen walk out sejumlah delegasi negara ketika Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan pandangannya di konferensi tingkat tinggi (KTT) Developing Eight (D-8) yang berlangsung di Kairo, Mesir, Kamis (19/12/2024).

Update: 2024-12-23 17:06 GMT
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Roy Soemirat saat ditemui awak media di sebuah restoran kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Senen (23/12/2024).. Foto: Riski Rian Saputra

Elshinta.com - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menanggapi momen walk out sejumlah delegasi negara ketika Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan pandangannya di konferensi tingkat tinggi (KTT) Developing Eight (D-8) yang berlangsung di Kairo, Mesir, Kamis (19/12/2024).

Juru Bicara (Jubir) Kemlu, Roy Soemirat, menyampaikan bahwa meninggalkan ruangan merupakan hal yang lumrah dilakukan oleh para ketua delegasi.

“Hal yang lumrah ketika dalam sebuah meeting internasional itu para delegasi termasuk ketua delegasi yang hadir itu bisa dikatakan melakukan keluar masuk ruangan disesuaikan dengan jadwal yang mereka miliki masing-masing.” kata Roy saat ditemui awak media di Rumah Makan kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Senin (23/12/2024).

Roy mengatakan masing-masing delegasi mempunyai agenda penting yang dapat meninggalkan ruangan, sehingga sifat keluar masuk ruangan meeting merupakan hal yang lumrah pada saat pertemuan internasional.

“Perkara ada delegasi yang pada saat itu tidak dapat hadir atau meninggalkan ruangan sejenak, itu adalah hal yang biasa. Dan mungkin saja ada jadwal-jadwal seperti pertemuan bilateral yang harus dilakukan oleh ketua delegasi negara lain,“ ujar Roy.

Dengan itu, Roy menghimbau agar publik dapat menyortir berita yang kuat dalam mengelola informasi yang disebarkan melalui berbagai platform media. 

“Dalam hal ini saya menghimbau agar publik dapat mencoba untuk memfilter kira-kira berita mana yang memang terjadi secara faktual dan mana yang mungkin sebenarnya tidak terjadi sebagaimana apa adanya,” himbau Roy.

Diketahui dalam video tersebut tentang KTT D-8 di Mesir, terlihat sejumlah delegasi termasuk Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan berjalan keluar dengan membelakangi Presiden Prabowo pada saat menyampaikan pandangannya pertemuan tersebut.

Dalam KTT D-8 ini, Presiden menekankan bahwa tanpa persatuan dan tanpa mengatasi perbedaan, kelompok D-8 tidak bisa kuat dalam menghadapi situasi geopolitik yang saat ini sedang terjadi termasuk membahas mengenai situasi di Palestina dan Lebanon.

Penulis: Riski Rian Saputra/Ter

 

Tags:    

Similar News