Pemkot Salatiga gelar Mujahadah sambut tahun baru 2025

Dalam rangka menyongsong tahun baru 2025, Pemkot Salatiga, Jawa Tengah  menggelar Mujahadah dan Doa bersama di ruang Kaloka, Gedung Setda, Selasa (31/12/2024). Kegiatan tersebut dihadiri Pj. Wali Kota beserta Forkopimda, Sekda dan berbagai elemen pemerintah, tokoh agama, ormas agama Islam serta TNI/Polri.

Update: 2025-01-01 16:29 GMT
laporan kontributor Pranoto

Elshinta.com - Dalam rangka menyongsong tahun baru 2025, Pemkot Salatiga, Jawa Tengah  menggelar Mujahadah dan Doa bersama di ruang Kaloka, Gedung Setda, Selasa (31/12/2024). Kegiatan tersebut dihadiri Pj. Wali Kota beserta Forkopimda, Sekda dan berbagai elemen pemerintah, tokoh agama, ormas agama Islam serta TNI/Polri.

Acara dimulai dengan mujahadah, yang merupakan sebuah doa dan dzikir sebagai wujud syukur atas segala nikmat dan pencapaian yang telah diraih selama tahun 2024. Setelah itu, dilanjutkan dengan doa akhir tahun dan pentasharufan ZIS dari Baznas kepada Perwakilan Guru TPA di Kota Salatiga. 

Pj. Wali Kota Salatiga  Yasip Khasani dalam sambutannya menyampaikan,  bahwa kegiatan ini dilaksanakan guna mengharap ridho dari Allah dalam menyongsong tahun baru 2025. 

"Bapak ibu sekalian yang saya hormati, doa bersama ini menjadi salah satu ikhtiar kita dalam mencari ridho Allah SWT, agar segala langkah kita senantiasa dalam keberkahan dan bimbingannya. Setelah itu, kegiatan ini juga sebagai wujud rasa Syukur atas segala nikmat dan perlindungannya serta memohon agar di tahun 2025 kita menjadi pribadi yang lebih baik, bermanfaat bagi diri kita sendiri maupun masyarakat," jelasnya. 

Orang nomor satu di Salatiga tersebut juga berharap agar kekompakan dan kolaborasi membangun Salatiga untuk lebih sejahtera lagi.  Kegiatan dilanjutkan Mauidho Hasanah oleh Ketua MUI Salatiga KH. Agus Ahmad Su’aidi. Dalam amanatnya, ia berpesan setidaknya ada empat perkara yang harus dipegang ketika hidup di dunia. 

“Yang pertama kita harus mempelajari dan paham apa yang Allah perintahkan dalam hidup ini, kedua adalah mengajarkan sekaligus mengamalkan apa yang sudah kita pelajari, ketiga adalah mengajak orang untuk beramal dan belajar dan yang terakhir adalah sabar untuk belajar, beramal dan mengajak orang lain untuk beramal sampai ajal menjemput," pesanya.

Tags:    

Similar News