PSSI resmi mengakhiri kerja sama dengan Shin Tae-yong
Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) secara resmi mengumumkan pemutusan hubungan kerja dengan pelatih tim nasional Indonesia, Shin Tae-yong, dalam konferensi pers yang berlangsung hari ini
Elshinta.com - Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) secara resmi mengumumkan pemutusan hubungan kerja dengan pelatih tim nasional Indonesia, Shin Tae-yong, dalam konferensi pers yang berlangsung hari ini. Keputusan tersebut, menurut Ketua Umum PSSI Erick Thohir, diambil berdasarkan evaluasi mendalam dan kebutuhan strategis untuk memperkuat tim nasional menjelang target besar menuju Piala Dunia.
Dalam sambutannya, Erick Thohir menjelaskan bahwa evaluasi kinerja Shin Tae-yong dilakukan secara menyeluruh, mencakup aspek komunikasi, strategi, dan dinamika tim. Erick menekankan bahwa keputusan ini diambil demi kemajuan tim nasional yang lebih besar, bukan karena kepentingan individu atau kelompok tertentu.
“Tim nasional ini adalah milik seluruh rakyat Indonesia, bukan milik satu orang atau satu kelompok. Kami memutuskan ini dengan sangat hati-hati setelah mempertimbangkan semua aspek,” ujar Erick.
Shin Tae-yong telah melatih tim nasional Indonesia selama hampir lima tahun, membawa berbagai program pembinaan mulai dari tim senior hingga kelompok usia muda seperti U-17, U-19, dan U-23. Namun, Erick mengungkapkan perlunya pemimpin baru yang dapat meningkatkan komunikasi dengan pemain serta membawa pendekatan taktik yang lebih relevan untuk mencapai target besar seperti lolos ke Piala Dunia.
Dalam konferensi pers, Erick juga menegaskan bahwa PSSI tetap berkomitmen untuk menghormati kontrak Shin Tae-yong, yang sejatinya baru berakhir pada tahun 2027. Proses administrasi pemutusan kontrak telah dilakukan secara profesional, termasuk komunikasi langsung antara Direktur Teknik PSSI dan Shin Tae-yong.
“Kami harus menjaga kredibilitas federasi dengan menghormati semua kontrak yang sudah disepakati. Proses kompensasi akan ditangani oleh tim hukum masing-masing,” kata Erick.
Erick juga mengungkapkan bahwa PSSI telah mengidentifikasi beberapa kandidat pelatih baru, termasuk dari luar negeri. Seleksi dilakukan secara ketat dengan memperhatikan visi filosofi sepakbola Indonesia, yang berorientasi pada peningkatan kualitas permainan dan target lolos ke Piala Dunia.
“Kami telah menginterview tiga kandidat yang memiliki pengalaman dan reputasi internasional. Salah satu kandidat akan tiba di Jakarta pada 11 Januari 2025 dan diperkenalkan kepada media pada 12 Januari,” tambah Erick.
Pelatih baru nantinya tidak hanya memegang kendali atas tim nasional senior, tetapi juga akan bekerja sama dengan tim U-23, memastikan keselarasan filosofi dan program pembinaan jangka panjang.
Dalam pernyataan yang disampaikan oleh Direktur Teknik PSSI, Shin Tae-yong menerima keputusan ini dengan baik dan profesional. “Beliau mengucapkan terima kasih atas kesempatan yang diberikan selama ini dan berharap tim nasional dapat mencapai target besar ke depan,” ungkap Direktur Teknik.
PSSI menyadari bahwa pergantian pelatih di tengah jalan merupakan langkah yang penuh risiko, terutama mengingat kualifikasi Piala Dunia yang sedang berlangsung. Namun, Erick Thohir menegaskan bahwa keputusan ini diambil dengan pertimbangan matang dan waktu yang cukup untuk persiapan.
“Dinamika dalam sepakbola selalu kompleks, tetapi dengan waktu 2,5 bulan sebelum pertandingan berikutnya, kami optimis bahwa transisi ini dapat berjalan dengan baik,” ujar Erick.
PSSI berharap bahwa perubahan ini akan membawa dampak positif, tidak hanya untuk tim nasional senior, tetapi juga bagi perkembangan sepakbola Indonesia secara keseluruhan. Dengan visi “Garuda Mendunia,” federasi menargetkan peningkatan performa di berbagai level, termasuk pembinaan usia muda dan penguatan filosofi sepakbola nasional.
Langkah strategis PSSI ini mencerminkan komitmen untuk terus mengembangkan sepakbola Indonesia. Meski perpisahan dengan Shin Tae-yong meninggalkan kesan mendalam, harapan besar kini disematkan pada pelatih baru yang akan segera diumumkan. Seluruh masyarakat Indonesia diharapkan dapat mendukung upaya ini demi membawa Garuda terbang lebih tinggi di kancah internasional.