Kemenhut temukan keberadaan macan tutul Jawa di 6 bentang alam

Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementrian Kehutanan Satyawan Pudyatmoko, Dalam kegiatan \"Catatan Separuh Langkah Java-wide Leopard Survey\" di Jakarta, Selasa mengatakan bahwa pihaknya telah targetkan akan melakukan survei di 21 bentang alam di seluruh Pulau Jawa, dan saat ini baru tujuh telah selesai disurvei.

Update: 2025-02-18 15:15 GMT
Sumber foto: Radio Elshinta/ Irza Farel

Elshinta.com - Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementrian Kehutanan Satyawan Pudyatmoko, Dalam kegiatan "Catatan Separuh Langkah Java-wide Leopard Survey" di Jakarta, Selasa mengatakan bahwa  pihaknya telah targetkan akan melakukan survei di 21 bentang alam di seluruh Pulau Jawa, dan saat ini baru tujuh telah selesai disurvei.

Adapun survei ini sejak Februari 2024 kegiatan itu dimulai, demi mengetahui jumlah pasti satwa terancam punah tersebut yang tersisa di Pulau Jawa untuk menyusun strategi konservasi.

"Strategi konservasi itu dasarnya kalau kita punya populasi, kita punya data habitat, lalu kita punya data ancaman, lalu kita bisa memproyeksikan kira-kira ke depan kalau business as usual seperti apa,” kata Dirjen KSDAE Satyawan.

Pelestarian macan tutul jawa merupakan bagian dari upaya untuk dapat menjaga keanekaragaman hayati nasional. Menurut Satuawan, kekayaan biodiversitas Indonesia merupakan aset strategis bagi pembangunan berkelanjutan.

"Target utama kami adalah mencegah kehilangan keanekaragaman hayati. Masyarakat perlu memahami bahwa keberadaan macan tutul bisa memberikan manfaat ekologis dan ekonomi, " Kata Satyawan. 

Sejauh ini pemasangan camera trap sudah dilakukan di 10 bentang alam, dengan tujuh di antaranya sudah dianalisis. Dari hasil analisa tersebut berhasil dideteksi populasi macan tutul Jawa sejauh ini di enam bentang alam dibeberapa lokasi seperti diantaranya di Gunung Ceremai dan Sindoro Dieng. 

"Kalau saya lihat dari laporan 10 dari 21 yang dipasangi camera trap, tujuh di antaranya telah selesai di analisis dan tiga lainnya masih melekat dilapangan," Lanjut Satyawan. 

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama Direktur Yayasan Sintas Indonesia, Hariyo Wibisono, mengaku sampai saat ini belum dapat mengungkapkan total populasi dari macan tutul jawa. 

"Gambaran populasi belum ada, karena nanti kami masih identifikasi dari setiap individu. Banyak yang hitam juga, yang quite challenging karena hitam itu totolnya sulit terlihat jadi harus hati-hati," Kata Hariyo, seperti yang dilaporkan Kontributor Elshinta Irza Farel.

Tags:    

Similar News