YEU dorong inovasi mitigasi bencana inklusif di Merapi
Gunung Merapi yang berada di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah yang cukup aktif memerlukan langkah-langkah penanganan dalam upaya mengurangi dampak erupsi yang ditimbulkan.
Elshinta.com - Gunung Merapi yang berada di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah yang cukup aktif memerlukan langkah-langkah penanganan dalam upaya mengurangi dampak erupsi yang ditimbulkan. Masyarakat kelompok rentan seperti lansia dan penyandang disabilitas membutuhkan perhatian tersendiri baik dalam sistim peringatan dini, evakuasi maupun saat di barak pengungsian.
Penanggulangan bencana yang inklusif di Merapi memerlukan kolaborasi dengan pemangku kepentingan masyarakat dan penyandang disabilitas. Hal ini untuk memastikan agar tidak ada yang terlewatkan saat bencana itu terjadi.
"Kita juga mendorong agar peringatan dini menjadi inklusi yaitu semua penyandang disabilitas bisa mengakses peringatan dini, karena selama ini hanya bunyi sirine. Bagaimana dengan yang tidak mendengar, tidak bisa bicara. Maka perlu didorong bagaimana peringatan dini bisa menjangkau kelompok yang berkebutuhan khusus," kata Kepala Sub Bidang Pencegahan BPBD DIY, Agung Wicaksono pada Lokakarya Ketangguhan Inklusif sebagai Inovasi dan Peran Masyarakat Merapi untuk Pengungsian yang Aksesibel, yang digelar YAKKUM Emergency Unit di Disaster Oasis Training Centre, Kaliurang, Sleman, Rabu (26/02/2025).
Sesuai dengan kesepakatan internasional bahwa peringatan dini adalah untuk semua. Yaitu semua masyarakat harus dapat mengakses sistim peringatan dini tersebut dan tidak ada seorang pun yang tertinggal ketika terjadi bencana.
Menurutnya, masyarakat di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bukan lagi hanya menjadi obyek tetapi sudah menjadi subyek dalam penanggulangan bencana. Penyandang disabilitas di DIY juga memiliki kemampuan kerelawanan sehingga bisa membantu disabilitas lainya serta mengerti akan kebutuhannya.
Sementara pada kesempatan yang sama, Project Manager Yakkum Emergency Unit, Jessica Novia mengatakan bahwa dalam penanggulangan kebencanaan kelompok disabilitas memerlukan penanganan yang harus disesuaikan dengan kondisinya. Bagaimana proses evakuasi untuk penyandang disabilitas yang beretika. Oleh karena itu perlu ada pelatihan-pelatihan dalam menangani atau mengevakuasi penyandang disabilitas saat terjadi bencana.
"Pelatihan evakuasi bagaimana mengangkat orang dengan kursi roda sehingga evakuasi itu lebih bermartabat, kemudian pendataan, bagaimana berkomunikasi dan juga etika ketika berbicara dengan kelompok disabilitas. Jadi harapanya, masyarakat lebih paham ketika ada kegiatan kebencanaan atau perlu evakuasi bagaimana menghandel kelompok disabilitas," kata Jessica.
Yakkum Emergency Unit (YEU) melalui program IDEAKSI (ide inovasi aksi inklusi) sebagai ruang untuk menemukan dan mengembangkan inovasi-inovasi oleh kelompok masyarakat dalam penanggulangan bencana dan perubahan iklim yang bersifat inklusif mendorong serta mendukung masyarakat dalam berinovasi untuk penanggulangan kebencanaan di area Merapi. YEU menjalin kerjasama dengan masyarakat di area Merapi seperti dengan Difagana DIY yang membuat aplikasi Difgandes untuk mitigasi dan early warning system (EWS) untuk kelompok berisiko seperti disabilitas sehingga membuat mereka bisa lebih siap jika situasi Gunung Merapi alami peningkatan. Kemudian juga bekerjasama dengan kelompok Cikal di Kepuharjo dan Wukirsari dimana kelompok ini melakukan pendataan terhadap penyandang disabilitas. Sehingga apabila ada evakuasi dan pendataan akan lebih siap. Kemudian juga di Umbulharjo ada kelompok masyarakat yang membuat toilet di pengungsian yang lebih aksesible untuk orang yang menggunakan kursi roda.
"Kami memberikan dukungan baik hibah pendanaan untuk bisa mewujudkan inovasinya dan juga memberikan pendampingan mentoring dan juga pelatihan-pelatihan," imbuhnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Izan Raharjo, Jumat (28/2).
Proposal yang masuk ke IDEAKSI untuk DIY jumlahnya mencapai ratusan dengan berbagai ide yang beragam. Seperti pembuatan tempat pengungsian yang aksesible, penanggulangan sampah, edukasi disabiltas yang ramah anak, ternak kambing yang terintegrasi sehingga pupuknya bisa untuk kesuburan dan lain sebagainya.