Kemenag Labuhanbatu gelar penguatan moderasi beragama

Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan 1446 H Kementerian Agama Kabupaten Labuhanbatu dalam hal ini Seksi Bimas Isalam mengadakan dialog kerukunan intern umat beragama dan penguatan moderasi beragama.

Update: 2025-02-28 18:16 GMT
Sumber foto: Diurnawan/elshinta.com.

Elshinta.com - Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan 1446 H Kementerian Agama Kabupaten Labuhanbatu dalam hal ini Seksi Bimas Isalam mengadakan dialog kerukunan intern umat beragama dan penguatan moderasi beragama yang dilaksanakan di Aula Gedung Dakwah PC Muhammadiyah Rantauprapat. 

Kasi Bimas Islam H. Darmansyah Siagian MAP selalu ketua panitia menyatakan bahwa kegiatan ini dalam rangka penguatan intern umat beragama Islam setelah selesai pilpres, pilkada dan dalam menyambut bulan Ramadan tahun 1446 H, sehingga tidak ada lagi benturan di lapangan.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Labuhambatu Dr. H. Asbin Pasaribu MA yang diwakili oleh Kasubbag TU Dr. Jamel MPd mengatakan bahwa dukungan ormas Islam sangat perlu terhadap kegiatan pemerintah. Dan  dengan adanya kegiatan ini diharapkan agar segala permasalahan yang ada di intern Islam bisa disatukan fisi dan misinya. Sehingga penguatan terhadap moderasi beragama tercipta.

Kita ingin dalam dialog kerukunan intern ini dapat diambil kesimpulan dan saran saran yang bermanfaat bagi organisasi umat Islam," ujar Asbin seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Diurnawan, Jumat (28/2). 

Sementara itu Kepala Kantor Kementerian Agama Dr. H. Asbin Pasaribu MA dalam pemaparan yang disampaikan pada kegiatan dialog mengatakan bahwa kadang permasalahan sering timbul di kalangan bawah seperti dari BKM masjid. "Sebagai contoh ada masjid yang untuk menentukan kiblat sampai berkali kali. Geser sana geser sini. Diturunkan tim dari Kemenag Kabupaten Labuhanbatu untuk menyelesaikan masih saja ada yang mengatakan bagaimana dengan kuburan," katanya.

Jadi, lanjut Asbin, kebesaran hati jamaah seharusnya menerima bila sudah tim dari Kemenag turun. Dan kita dari Kemenag tidak pernah ada mengatakan masjid ini salah arah kiblat atau masjid itu kiblatnya kurang geser. "Intinya bila ada perbedaan tim dari Kemenag baru turun setelah ada permintaan BKM Masjid," tandasnya. 

Tags:    

Similar News