Disdik Kota Bekasi usulkan Rp3,6 miliar perbaikan sekolah pascabanjir
Dinas Pendidikan Kota Bekasi mengusulkan anggaran sebesar Rp3,6 miliar untuk perbaikan sekolah-sekolah yang rusak akibat banjir beberapa waktu lalu.
Elshinta.com - Dinas Pendidikan Kota Bekasi mengusulkan anggaran sebesar Rp3,6 miliar untuk perbaikan sekolah-sekolah yang rusak akibat banjir beberapa waktu lalu.
Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Warsim Suryana mengatakan angka ini merupakan bagian dari total pengajuan sebesar Rp23,5 miliar yang diajukan kepada Pemerintah Kota Bekasi.
Usulan ini difokuskan pada perbaikan infrastruktur sekolah yang menjadi prioritas.
"Usulan perbaikan sekolah rusak akibat banjir direalisasikan secara prioritas dengan anggaran Rp3,6 miliar melalui Bantuan Tak Terduga (BTT)," kata Warsim kepada Elshinta pada Selasa (11/3).
Ia menjelaskan terdapat sejumlah sekolah yang terdampak seperti SD 46 sekolah, SMP 4 sekolah, dan TK 56 sekolah.
"Namun, kita memprioritaskan perbaikan kepada seperti kursi dan alat belajar mengajar lainnya," ungkapnya.
Proses pengusulan anggaran, menurut Warsim, dilakukan berdasarkan kebutuhan masing-masing sekolah.
"Masing-masing sekolah mengusulkan kebutuhannya, sehingga kita bisa mengajukan ke tim TAPD, khususnya untuk tanggap darurat bencana," jelasnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Hamzah Aryanto, Selasa (11/3).
Kerusakan yang terjadi sebagian besar meliputi fasilitas di lantai dasar, seperti meja, kursi, lemari, arsip, komputer, printer, hingga infocus.
Warsim mengakui bahwa total kerusakan mencapai hampir Rp23,5 miliar, namun hanya usulan prioritas yang diajukan.
"Yang benar-benar membutuhkan banget, contohnya kursi yang hancur seperti di SDN Jatirasa 5 dan SDN Pekayon Jaya 4. Banyak sekolah yang terdampak, makanya kita usulkan sekitar 6 SD dan 1 SMP," ujarnya.
Meskipun idealnya seluruh kerusakan diperbaiki, Warsim memahami keterbatasan anggaran pemerintah kota dan prioritas lain.
"Kita inginnya semua direalisasikan, tapi melihat kemampuan Pemkot dan prioritas lain, maka usulan mengerucut ke angka Rp3,6 miliar," pungkasnya.