Ramadan di Istiqlal: Peran masjid dalam membangun kesadaran sosial dan kebangsaan
Masjid bukan sekadar tempat ibadah, tetapi juga pusat pemberdayaan umat yang berperan dalam membangun kesadaran sosial dan kebangsaan. Simak bagaimana masjid dapat berkontribusi lebih dari sekadar tempat ibadah.
Elshinta.com - Masjid bukan sekadar tempat ibadah, tetapi juga pusat pemberdayaan umat yang berperan besar dalam membangun kesadaran sosial dan kebangsaan. Di Indonesia, dengan lebih dari 800.000 masjid yang tersebar di seluruh penjuru negeri, potensi masjid dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sangat besar. Jika dikelola dengan baik, masjid dapat menjadi motor penggerak dalam berbagai aspek kehidupan sosial, ekonomi, dan budaya.
Pada masa Rasulullah Muhammad SAW, Masjid Nabawi di Madinah berfungsi sebagai pusat kegiatan masyarakat. Hanya sekitar 20% dari luas masjid digunakan untuk ibadah shalat, sementara sisanya dimanfaatkan untuk berbagai aktivitas seperti:
- Sekretariat Negara: Masjid menjadi pusat administrasi negara dan tempat pengambilan keputusan penting.
- Baitul Mal: Tempat mengelola zakat, infak, sedekah, dan harta rampasan perang.
- Tempat Pertemuan Lintas Agama: Rasulullah pernah mengundang tokoh lintas agama ke masjid untuk berdialog.
- Rumah Tahanan: Tawanan perang seperti dalam Perang Badar ditahan di masjid.
- Rumah Sakit: Tempat merawat korban perang.
- Kantor Pengadilan: Urusan hukum, baik pidana maupun perdata, diselesaikan di masjid.
- Pusat Pendidikan: Dari anak-anak hingga orang tua, semua bisa belajar di masjid.
- Pusat Keterampilan: Nabi mengajarkan berbagai keterampilan seperti menyamak kulit, kursus bahasa, dan membuat senjata.
- Balai Kesenian: Masjid juga menjadi tempat pertunjukan seni yang mendekatkan manusia kepada Allah.
- Latihan Bela Diri: Kegiatan ini dilakukan secara rahasia di dalam masjid sebelum peperangan.
Di era modern, konsep pemberdayaan masjid terus dikembangkan. Masjid Istiqlal misalnya, telah menjadi model masjid yang mandiri dan berkontribusi terhadap kesejahteraan umat. Dengan adanya bisnis center di lingkungan masjid, kebutuhan pokok jemaah bisa terpenuhi tanpa harus jauh-jauh mencari tempat belanja. Hal ini menunjukkan bahwa masjid dapat berperan aktif dalam ekonomi umat tanpa mengubah fungsinya menjadi pasar.
Organisasi seperti Dewan Masjid Indonesia (DMI) terus berupaya agar masjid tidak hanya diberdayakan oleh masyarakat, tetapi juga mampu memberdayakan masyarakat. Dengan demikian, masjid dapat menjadi pusat kegiatan yang mendukung kehidupan sosial dan ekonomi umat secara lebih luas.
Masjid memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran sosial dan kebangsaan. Jika dikelola dengan baik, masjid dapat menjadi pusat edukasi, ekonomi, sosial, dan budaya yang memperkuat persatuan umat. Oleh karena itu, sudah saatnya masyarakat menjadikan masjid sebagai sarana pemberdayaan yang mampu meningkatkan kesejahteraan bersama.