Pemprov Papua dan Bank Indonesia gelar pangan murah, mudahkan masyarakat dapat bapok harga murah
Sebagai upaya menjaga stabilitas harga pangan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Fitri 1446 H, Bank Indonesia bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Papua dan 18 bank menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Lapangan PTC Entrop Jayapura, Sabtu (22/3).
Elshinta.com - Sebagai upaya menjaga stabilitas harga pangan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Fitri 1446 H, Bank Indonesia bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Papua dan 18 bank menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Lapangan PTC Entrop Jayapura, Sabtu (22/3).
Gerakan pangan murah ini dibuka Pj Gubernur Papua, Ramses Limbong, pihak Bank Indonesia, dan perbankan, OPD Pemprov Papua serta sejumlah istansi terkait.
Penjabat Gubernur Papua, Ramses Limbong mengatakan, hari ini merupakan puncak gerakan pangan murah khususnya di wilayah Provinsi Papua dimana sebelumnya pangan murah atau pasar murah ini secara bertahap sudah dilaksanakan OPD terkait di masing-masing kabupaten/kota.
“Pangan murah ini dilakukan untuk membantu masyarakat selama Ramadhan dan menjelang Idul Fitri. Ini adalah inisiatif dari pemerintah bersama perbankan di Jayapura,” kata Ramses Limbong kepada wartawan di PTC Etrop Jayapura.
Pj Gubernur mengaku masyarakat sangat atusias menyambut pangan murah yang dilaksanakan pemerintah dan perbankan ini.
“Warga yang datang ke pasar murah ini sangat senang, sangat terbantu khususnya bagi masyarakat yang sangat membutuhkan,” katanya, seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Aman Hasibuan.
Menurut Ramses, pasar murah ini akan dilakukan pemerintah secara periodik, tetapi disesuaikan dengan moment yang ada pada saat itu dengan bekerjasama dengan UMKM, distributor dan pihak bank.
“Kita harapkan kepada pelaku UMKM, distributor memberikan diskon yang besar. Pasar murah ini juga untuk pengendalian inflasi dan masyarakat bisa bersama-sama merasaka manfaat dari pasar murah itu dengan harga terjangkau,”pungkasnya.
Sementara itu Plh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua, David Sipahutar mengatakan, pangan murah ini sebagai bagian dari strategi pengendalian inflasi di Papua.
Inisiatif ini merupakan tindak lanjut dari arahan Pj. Gubernur Papua dalam High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) pada 27 Februari 2025, yang menekankan perlunya langkah cepat (quick wins) dalam menjaga stabilitas harga pangan menjelang Idul Fitri.
GPM akan menghadirkan puluhan penyedia barang, termasuk distributor, kelompok tani (poktan), serta UKM mitra yang menawarkan bahan pokok penting (bapokting) dengan harga lebih terjangkau.
"Komoditas yang dijual dalam kegiatan ini mencakup beras, minyak goreng, daging ayam, daging sapi, telur ayam, cabai, bawang merah, dan bawang putih. Harga jual di GPM lebih rendah dibandingkan harga pasar karena rantai distribusi yang lebih pendek, dengan pasokan langsung dari produsen dan distributor seperti Bulog dan Rajawali Nusindo,” katanya.
Selain menyediakan akses pangan murah, GPM juga akan dirangkaikan dengan layanan kas terpadu penukaran uang rupiah oleh Bank Indonesia, yang bekerjasama dengan lima bank, yaitu Bank Mandiri, BNI, BRI, Bank Muamalat, dan Bank Papua, dalam program SERAMBI 2025.
Layanan ini bertujuan memfasilitasi masyarakat dalam memperoleh uang pecahan kecil yang banyak dibutuhkan saat Idul Fitri. Untuk melakukan penukaran, masyarakat perlu mendaftar melalui aplikasi PINTAR BI di alamat https://pintar.bi.go.id.
"Bank Indonesia berkomitmen untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan sektor perbankan guna mendukung stabilitas harga serta ketahanan pangan di Papua. Gerakan Pangan Murah ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam menyambut hari raya dengan ketersediaan pangan yang cukup dan harga yang terjangkau,” ungkap David Sipahutar.