Kaja Kallas: Selesaikan konflik Israel dan Hamas lewat negosiasi

Elshinta.com - Uni Eropa, melalui Kepala Kebijakan Luar Negeri Kaja Kallas, kembali menegaskan seruan agar konflik Israel dan Hamas diselesaikan melalui jalur negosiasi.

Update: 2025-03-25 13:13 GMT
Ilustrasi - Jalur Gaza porak-poranda akibat serangan Israel berulangkali. ANTARA/Anadolu/py/am.

Elshinta.com - Uni Eropa, melalui Kepala Kebijakan Luar Negeri Kaja Kallas, kembali menegaskan seruan agar konflik Israel dan Hamas diselesaikan melalui jalur negosiasi.

Meskipun  Uni Eropa mendukung hak Israel untuk membela diri, Kallas menekankan bahwa tindakan militer harus bersifat "proporsional" dan tidak menargetkan warga sipil.

Hal itu disampaikan Kaja Kallas dalam konferensi pers bersama Kepala Otoritas Luar Negeri Israel Gideon Saar pada Senin (24/3).

Dalam kesempatan bertemu Kallas, Saar menyatakan Israel siap mengakhiri konflik melalui diplomasi, namun pihak Palestina tidak bekerjasama dalam hal itu, sehingga memaksa Israel bertindak dengan kekerasan.

Selain itu, Saar juga menyampaikan perang akan berakhir jika kelompok perlawanan Palestina, Hamas membebaskan semua sandera Israel dan meninggalkan Jalur Gaza.

Sementara itu, pasukan Israel (IDF) kembali melancarkan serangan terhadap Jalur Gaza sejak Selasa (18/3).

Kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa serangan itu merupakan respons atas penolakan Hamas dalam menerima proposal AS guna memperpanjang gencatan senjata dan melanjutkan pembebasan sandera.

Pada 1 Maret, gencatan senjata antara Israel dan Hamas yang telah berlaku sejak 19 Januari berakhir. Namun, pertempuran tidak langsung berlanjut pada hari itu berkat upaya para mediator.

Meski demikian, pada 2 Maret, Israel mengumumkan larangan terhadap bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza dan mengancam akan meningkatkan tekanan terhadap Hamas karena menolak menerima rencana baru AS untuk memperpanjang gencatan senjata dan membebaskan sisa sandera.

Sumber: Sputnik-OANA

Tags:    

Similar News