China tidak temukan kelainan dari contoh air limbah olahan Fukushima

Pemerintah China mengatakan hasil penelitian terakhir mengenai air limbah olahan dari Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Fukushima tidak ditemukan keanehan atau zat berbahaya.

Update: 2025-04-08 11:13 GMT
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian (ANTARA/Desca Lidya Natalia)

Elshinta.com - Pemerintah China mengatakan hasil penelitian terakhir mengenai air limbah olahan dari Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Fukushima tidak ditemukan keanehan atau zat berbahaya.

"Tidak ada kelainan yang terlihat pada konsentrasi aktivitas radionuklida termasuk tritium, cesium-134, cesium-137, dan strontium-90. Nantinya, data pengujian yang relevan ini akan diserahkan ke IAEA (Badan Tenaga Atom Internasional) untuk pengumpulan informasi," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian dalam konferensi pers di Beijing pada Senin (7/4).

Lin Jian mengungkapkan lembaga penelitian China telah menyelesaikan pengujian dan analisis pengambilan sampel independen pada Februari 2025, termasuk pengambilan sampel air laut dan kehidupan laut di perairan sekitar PLTN Fukushima Daiichi.

"Namun, seperti yang telah kami tekankan berulang kali, tidak adanya kelainan dalam satu pengujian tunggal tidak berarti hasil pengujian apa pun akan normal di masa mendatang," ungkap Lin Jian.

Selama Dialog Ekonomi Tingkat Tinggi China-Jepang baru-baru ini, ungkap Lin Jian, pemerintah Jepang pun menegaskan kembali bahwa pihaknya menerima pemantauan internasional dalam jangka panjang dan pengambilan sampel serta pemantauan independen oleh China serta mengonfirmasi bahwa kegiatan pemantauan itu akan dilakukan secara berkelanjutan.

"Sikap China untuk menentang pembuangan air yang terkontaminasi nuklir oleh Jepang tidak pernah berubah," tegas Lin Jian.

Lin Jian pun mengatakan China akan terus bekerja sama dengan komunitas internasional dan lembaga profesional termasuk IAEA untuk mendesak Jepang agar menghormati komitmennya dan memastikan bahwa pembuangan air yang terkontaminasi nuklir Fukushima selalu berada di bawah pengawasan internasional.

"Pemerintah China selalu mengutamakan rakyat dan dengan tegas menjaga keamanan pangan rakyat kami. Jepang membuat komitmen yang jelas untuk menerima pemantauan internasional jangka panjang dan pengambilan sampel serta pemantauan independen oleh China," ungkap Lin Jian.

Terkait soal pencabutan larangan terhadap impor makanan laut asal Jepang setelah pembuangan air olahan limbah radioaktif PLTN Fukushima pada Agustus 2023, Lin Jian mengatakan pemerintah China sudah mulai melakukan negosiasi teknis dengan Jepang.

"Atas dasar pemenuhan komitmen Jepang dan tidak adanya kelainan dalam hasil pengujian, pada 12 Maret 2025 sesuai jadwal, Administrasi Umum Bea Cukai China mengadakan pertukaran teknis dengan pihak Jepang di Beijing mengenai keamanan produk perairan Jepang," kata Lin Jian.

China dan Jepang diketahui sepakat pada September 2024 bahwa impor makanan laut China dari Jepang akan dilanjutkan secara bertahap, bergantung pada partisipasi China dalam kegiatan pemantauan di bawah kerangka IAEA. Jepang menyebut air limbah diolah untuk menghilangkan sebagian besar radionuklida kecuali tritium --zat radioaktif yang dianggap relatif tidak berbahaya bagi manusia-- dan diencerkan sebelum dibuang ke laut.

Tags:    

Similar News