Inovasi Fakultas Teknik Unma, bersaing di tingkat dunia dalam ajang WSIS Prize 2025

Nama Desa Kepuh Kecamatan Lemahsugih Kabupaten Majalengka, Jawa Barat kini jadi sorotan, sejak resmi masuk nominasi tingkat dunia dalam ajang WSIS Prizes 2025, kategori C7. E-Environment.

Update: 2025-04-28 13:51 GMT
Sumber foto: Enok Carsinah/elshinta.com.

Elshinta.com - Nama Desa Kepuh Kecamatan Lemahsugih Kabupaten Majalengka, Jawa Barat kini jadi sorotan, sejak resmi masuk nominasi tingkat dunia dalam ajang WSIS Prizes 2025, kategori C7. E-Environment.

Mencuatnya nama Kepuh ditingkat dunia saat ini, hal itu sejak Desa Kepuh mulai bersentuhan dengan inovasi berbasis teknologi melalui proyek KEPUH (Kampung Elektronik Pintar Kepuh) yang diinisiasi oleh tim Research and Development Smart Village dari Fakultas Teknik Universitas Majalengka.

WSIS Prizes (World Summit on the Information Society Prizes) adalah ajang penghargaan internasional yang diinisiasi oleh International Telecommunication Union (ITU) di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Melalui Teknologi Internet of Things untuk Akses Air Bersih, KEPUH hadir sebagai solusi teknologi berbasis Internet of Things (IoT) dalam menghadapi persoalan mendasar di desa terpencil: akses terhadap air bersih. Berlokasi di Desa Kepuh, Kecamatan Lemahsugih, Kabupaten Majalengka, proyek ini berhasil mengubah tantangan topografi dan keterbatasan infrastruktur menjadi peluang inovasi.

Secara garis besar, KEPUH memiliki tiga fokus utama yaitu, pertama Monitoring dan pengelolaan air bersih secara real-time, untuk menghindari kehilangan air dan mendeteksi kerusakan sistem distribusi. Kedua, Pendistribusian air yang lebih adil dan efisien, melalui sistem sensor dan pengendali digital, Ketiga, Edukasi masyarakat berbasis data, untuk meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya pelestarian sumber air bersih.

Dengan pendekatan kolaboratif antara universitas dan masyarakat desa, KEPUH tidak hanya menjadi model pengabdian masyarakat, tetapi juga laboratorium hidup (living lab) bagi inovasi teknologi berbasis lokal.
 
"Inisiatif ini kami daftarkan pada akhir 2024. Dari sekitar seribu usulan inovasi dari seluruh dunia, Alhamdulillah kami masuk dalam 20 besar nominasi kategori lingkungan," ungkap Dekan Fakultas Teknik Universitas Majalengka. Donny Susandi. Jumat (25/4).

Proses selanjutnya kata dia, adalah tahap voting. Dony pun mengajak masyarakat dan berbagai institusi untuk mendukung inovasi lokal ini.

"Kami butuh dukungan, terutama dari warga Majalengka dan Jawa Barat agar teknologi ini bisa mendapat pengakuan lebih luas," tandasnya.

Sementara keberhasilan KEPUH masuk ajang nominasi, hal itu tak lepas dari peran Fakultas Teknik Universitas Majalengka (Unma) yang telah berhasil meluncurkan inovasi berbasis Internet of Things (IoT). Kemudian Mahasiswa dan dosen  menciptakan sistem monitoring air real-time bernama KEPUH (Kampung Elektronik Pintar Kepuh), yang kini diterapkan di Desa Kepuh, Kecamatan Lemahsugih, Kabupaten Majalengka.

Sesuai namanya, teknologi ini dirancang untuk mendeteksi kerusakan dan mencegah kebocoran dalam distribusi air bersih. Teknologi KEPUH memanfaatkan sensor dan sistem pengendali digital agar pendistribusian air menjadi lebih efisien dan merata.

"Kita ingin meningkatkan keberlangsungan hidup di masyarakat. Terutama untuk kelompok masyarakat yang memang concern terkait dengan peningkatan tarap hidup di masyarakat," kata Donny.

"Dalam hal ini kami punya harapan, nanti di tahun ini ada semacam kelompok masyarakat yang bisa menggunakan teknologi ini, yang kemudian nanti pada saat mereka gunakan, terkait distribusi air bersihnya, kendalinya mereka lakukan dengan pemanfaatan teknologi," sambungnya. 

Donny menyebut, alasan riset dilakukan di Desa Kepuh karena di sana memiliki potensi air cukup besar. Namun sayangnya, air bersih di desa itu kerap terbuang sia-sia.

"Jadi kami punya inisiatif, gimana kalau itu dikelola gitu ya, dikelola, dikendalikan, kita kontrol supaya air itu tidak mubazir," ujarnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Enok Carsinah, Senin (28/4). 

Dalam tahap awal, teknologi KEPUH difokuskan untuk pemantauan volume air yang terdistribusi secara harian, mingguan hingga bulanan. Monitoring dilakukan di tiga masjid di Desa Kepuh sebagai lokasi uji coba.

"Untuk sementara ini, memang proyek di tahun 2024 itu adalah sampai dengan monitoring saja. Jadi sampai dengan pengawasan saja, tadi kita bisa lihat berapa volume air yang terdistribusi, berapa jumlah hariannya, jumlah mingguannya, jumlah bulanannya, di titik mana air yang sedang digunakan dan seterusnya," jelas dia.

"Dan tahun 2025 ini alhamdulillah support dari Universitas juga sudah memberikan support kepada kami untuk melanjutkan, untuk membentuk tadi masyarakat, sekelompok masyarakat yang bisa menggunakan dan memanfaatkan teknologi tersebut," tambahnya. 

Namun yang menariknya, inovasi ini tidak berhenti sampai di situ. Dony mengatakan, inovasi tersebut kini tengah dilombakan dalam ajang World Summit on the Information Society (WSIS) yang digelar oleh International Telecommunication Union (ITU), lembaga di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Sementara Rektor Universitas Majalengka Dr. Indra Adi Budiman menyatakan rasa bangga atas pencapaian KEPUH. "Karya ini adalah bukti bahwa dari desa, kita bisa menembus panggung dunia. Dukungan seluruh masyarakat Indonesia sangat kami harapkan,” ungkapnya.

Dukungan juga datang dari Duta Kampus Unma yang siap mengkampanyekan,
menyerukan ajakan untuk mendukung KEPUH dan seluruh wakil Indonesia di WSIS Prizes 2025. “Mari kita Vote Merah Putih, bukan hanya untuk KEPUH, tapi juga untuk program-program luar biasa lainnya dari tanah air.”

Sedangkan, cara memberikan dukungan agar masyarakat dapat memberikan suara untuk KEPUH dan nominee lainnya melalui langkah-langkah berikut:
1.    Akses situs resmi WSIS Prizes: https://www.itu.int/net4/wsis/stocktaking/Prizes/2025
2.    Registrasi akun dan konfirmasi melalui email
3.    Login dan pilih kategori C7. E-Environment
4.    Pilih KEPUH – Kampung Elektronik Pintar Kepuh, lalu klik Vote
5.    Ulangi langkah serupa untuk nominee Indonesia di kategori lainnya.

Tags:    

Similar News