Wamenag tepis masa tunggu haji Bekasi hingga 29 tahun
Ramainya masa tunggu haji paling lama di Jawa Barat ada di Kabupaten Bekasi yakni mencapai 29 tahun, ditepis Kementerian Agama Republik Indonesia.
Elshinta.com - Ramainya masa tunggu haji paling lama di Jawa Barat ada di Kabupaten Bekasi yakni mencapai 29 tahun, ditepis Kementerian Agama Republik Indonesia.
Wakil Menteri Agama (Wamenag) RI, Romo Muhammad Syafi'i mengatakan daftar tunggu Jamaah Haji Indonesia hanya 12 hingga 14 tahun.
Hal itu disampaikan (Wamenag) ketika melakukan pelepasan kloter 16 Jamaah Haji di UPT Asrama Haji Bekasi.
"Alhamdulillah daftar tunggu jamaah haji tahun ini di seluruh Indonesia yang saya ikuti ya itu sekitar 12 sampai 14 tahun untuk haji yang berikutnya ya tidak jauh berbeda lah ya," kata Wamenag, Jumat (9/5).
Ia juga menjelaskan lamanya waktu tunggu ini disebabkan oleh jumlah pendaftar haji yang terus meningkat.
"Seperti saat ini, jumlah pendaftar yang masih menunggu keberangkatan telah mencapai lebih dari 5 juta orang," ungkapnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Hamzah Aryanto.
Dengan kuota keberangkatan yang relatif tetap, waktu tunggu diperkirakan akan terus bertambah panjang.
"Tapi kalau kemudian bertambah lama bertambah jauh karena memang daftar tunggunya makin banyak jadi mereka yang sekarang aja menunggu sudah 5 juta lebih 5 juta lebih jadi kalau tahun depan dikirim 231 lagi cuma dia 5 jutanya belum kurang gitu akan ada nambah pendaftar yang baru," paparnya.
Wamenag mengakui bahwa angka waktu tunggu di bawah 13 tahun sudah tidak mungkin lagi tercapai dalam waktu dekat.
Namun, menurutnya adanya rencana peningkatan kuota jemaah haji dari pemerintah Arab Saudi. Hal ini diharapkan dapat membantu mengurangi lamanya waktu tunggu.
"Maka Saya kira memang jarak tunggu di bawah 13 tahun itu sudah enggak ada lagi pasti di atas itu tapi ya mungkin ini ada rencana di Mekkah mau menaikan jumlah jemaah itu mungkin bisa insyaallah itu dikabulkan Allah," jelas Romo Syafi'i.
Ia menyebut, pemerintah Arab Saudi berencana meningkatkan fasilitas dan jumlah jamaah haji guna meminimalisir penumpukan masa tunggu jamaah.
"Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Agama, terus berupaya untuk memperpendek waktu tunggu jemaah haji. Kita menunggu instruksi kerajaan Arab Saudi," pungkasnya.
Peningkatan fasilitas di Mekkah juga diharapkan dapat memberikan kenyamanan bagi jemaah haji dari seluruh dunia, termasuk Indonesia.