Rakercab IAI: Perlu penambahan apoteker baru di Kabupaten Jayapura
Pengurus Cabang Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Kabupaten Jayapura menggelar rapat kerja cabang (Rakercab) yang dirangkaikan dengan pelatihan aplikasi Simona Kementerian Kesehatan.
Elshinta.com - Pengurus Cabang Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Kabupaten Jayapura menggelar rapat kerja cabang (Rakercab) yang dirangkaikan dengan pelatihan aplikasi Simona Kementerian Kesehatan.
Kegiatan ini dibuka Wakil Bupati Jayapura, Haris Yocku dan dihadiri Ketua Ikatan Apoteker Indonesia Provinsi Papua, Edward Sihotang dan Ikatan Apotik Indonesia Kabupaten Jayapura, Erika Christin Ireni serta para Apoteker se Kabupaten Jayapura bertempat di salah satu hotel di Sentani, Selasa (13/5/2025).
Wakil Bupati Jayapura, Haris Yocku mengharapkan rapat kerja bisa berdampak terhadap kebangkitan apotek di Kabupaten Jayapura.
“Tadi kita sudah mendengarkan berbagai tantangan yang dikerjakan selama satu tahun. Harapan kita dari pemerintah pada apoteker bagaimana masyarakat ketika datang mencari obat bisa mendapatkan dan dilayani baik, tidak datang bolak-balik,” kata Wakil Bupati Haris Yocku.
Ia meminta kegiatan hendaknya berdampak bagi masyarakat banyak di Kabupaten Jayapura.
Ditempat yang sama Ketua Ikatan Apoteker Indonesia Provinsi Papua, Edward Sihotang mengatakan, Ikatan Apotik Indonesia setiap tahun mengadakan rapat kerja untuk mengevaluasi seluruh rencana kerja yang sudah dibahas pada tahun sebelumnya dan juga membahas rencana kerja tahun berikutnya.
Pada rapat kerja ini, menghadirkan 113 apoteker di Kabupaten Jayapura dari total 1389 apoteker se Papua.
”Kami pengurus apoteker daerah merupakan mitra kerja pemerintah daerah, sehingga kami mengingatkan tiga hal penting pada pemerintah bagaimana mencegah TBC tidak meluas di Kabupaten Jayapura. Selain itu, kita juga memastikan cek kesehatan gratis bisa berjalan dengan baik dan membantu mewujudkan rumah sakit yang berkualitas dengan pelaknsanaan penyediaan obat yang cukup, dan memastikan ketersedian obat meluas disemua wilayah,” kata Edward.
Ia menuturkan, jika dilihat dengan luas wilayah maka masih perlu penambahan apoteker baru karena Puskesmas yang ada di Kabupaten Jayapura belum semua memiliki apoteker. Sedangkan apoteker ini adalah tenaga kompetensi yang utama dari sembilan kompetensi yang wajib di sarana.
“Kita berupaya mendorong pemerintah bisa memaksimalkan apoteker melalui tenaga P3K, CPNS di Kabupaten Jayapura,” ungkapnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Aman Hasibuan, Rabu (14/5).