Sebanyak 500 orang antusias ikuti 'Rise and Speak'

Bareskrim Polri melalui Direktorat Tindak Pidana Perempuan dan Anak (Dirtipid PPA & PPO) terus mendorong peningkatan kesadaran masyarakat serta kapasitas penegak hukum dalam menangani kekerasan berbasis gender.

Update: 2025-05-16 21:45 GMT
Sumber foto: AH Sugiharto/elshinta.com.

Elshinta.com - Bareskrim Polri melalui Direktorat Tindak Pidana Perempuan dan Anak (Dirtipid PPA & PPO) terus mendorong peningkatan kesadaran masyarakat serta kapasitas penegak hukum dalam menangani kekerasan berbasis gender. Hal ini disampaikan oleh Dirtipid PPA & PPO Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Nurul Azizah dalam kegiatan di Sekolah Alkitab Batu, Kamis (15/5/25).

Kegiatan yang di beri nama “Rise and Speak" ini diikuti oleh ormas, organisasi siswa, TNI, Polri, Tim PKK kota Batu dengan total berjumlah 500 orang. 

Dalam kesempatan itu, Nurul menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor dalam menangani kekerasan terhadap perempuan dan anak. Ia menyatakan bahwa kejahatan berbasis gender tidak bisa ditangani sendiri oleh aparat kepolisian dan membutuhkan kolaborasi dengan para pemangku kepentingan.

"Kami berharap kepada anak anak, ibu-ibu atau masyarakat rentan harus berani bersuara, jangan takut untuk melaporkan apabila mengalami kekerasan atau pelecehan, jangan karena diancam oleh pelaku terus takut untuk bersuara.Untuk itulah melalui program Rise and speak ini kami menggugah kita semua untuk berani muncul di permukaan," katanya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, AH Sugiharto, Jumat (16/5). 

Kunjungan ke Polres Batu menunjukkan antusiasme masyarakat dan komitmen aparat di lapangan. Brigjen Nurul mengapresiasi langkah-langkah pencegahan yang telah dilakukan di Kota Batu dan mengimbau masyarakat untuk peduli dan berani melaporkan kekerasan yang dialami atau dilihat di lingkungan sekitar.

Kapolres Batu, AKBP Andi Yudha Pranata, menyoroti pentingnya keadilan dalam penyelesaian kasus kekerasan, terutama terhadap anak. Ia berharap melalui program Rise and Speak masyarakat terdorong untuk berani melaporkan kasus kekerasan yang selama ini tidak terungkap.

"Terkait kasus kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kota Batu, Polres Batu berkomitmen tidak menggunakan Restoratif Justive , akan kami gas pol," ujar Kapolres.

Dengan kegiatan ini, Bareskrim Polri dan Polres Batu berkomitmen untuk menjamin keadilan hukum bagi perempuan dan anak serta meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menangani kekerasan berbasis gender.

Sementara itu Wali Kota Batu, Nurohman mengapresiasi pelaksanaan “Rise and Speak “ sebagai upaya memberikan pembelajaran terkait kekerasan terhadap perempuan dan aanak termasuk perdagangan orang.

“Pemerintah Kota Batu berkomitmen dan mendukung segala upaya untuk melindungi warganya utamanya perempuan dan anak dari kekerasan yang menyasar perempuan dan anak termasuk pedagang manusia/orang dengan bersama jajaran steak holder guna meminimalisir agar tidak terjadi di wilayah kota Batu,” tandasnya.

Tags:    

Similar News