PJN-III Sumsel fokus terhadap pemeliharaan rutin jalan

Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumatera Selatan tetap fokus dalam mempercepat pemeliharaan rutin jalan nasional, dengan capaian saat ini 40 hingga 60 persen di berbagai wilayah. 

Update: 2025-05-22 14:17 GMT
Sumber foto: Adi Asmara/elshinta.com.

Elshinta.com - Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumatera Selatan tetap fokus dalam mempercepat pemeliharaan rutin jalan nasional, dengan capaian saat ini 40 hingga 60 persen di berbagai wilayah. 

BBPJN Sumsel tetap kerja meskipun menghadapi tantangan anggaran. Inovasi dan komitmen kuat menjadi kunci untuk memastikan konektivitas dan keamanan bagi pengguna jalan.

Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumatera Selatan, Hardy Siahaan, melalui Kastker PJN III Nugraha, mengungkapkan, momentum positif terjadi dengan dibukanya blokir anggaran jelang Lebaran lalu.

"Ya sebelum Lebaran kemarin ada pembukaan blokir anggaran, sehingga kami sudah mulai bergerak kembali untuk menangani jalan-jalan yang membutuhkan perbaikan,” urai Nugraha seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Adi Asmara, Kamis (22/5).

Ia menjelaskan keterbatasan anggaran di awal tahun tidak menyurutkan semangat tim. Nugraha menjelaskan bahwa mereka telah menerapkan strategi inovatif dengan menggunakan material sementara untuk penutupan lubang. 

"Karena belum bisa melakukan pencairan anggaran di awal, kami kerjakan dulu dengan menggunakan material sementara. Kami campur hasil galian hotmilling dengan emulsi untuk menutup lubang-lubang jalan,” jelasnya.

Nugraha optimistis bahwa meskipun idealnya pemeliharaan berkala dilakukan setiap lima tahun, upaya pemeliharaan rutin yang masif ini mampu mempertahankan kondisi jalan.

"Saat ini kita lebih banyak melakukan pemeliharaan rutin, bukan pemeliharaan berkala. Itu hanya untuk mempertahankan kondisi jalan,” katanya.

Survei triwulan pertama memang menunjukkan penurunan kemantapan jalan sebesar 1-2 persen. Namun, penting dicatat bahwa angka kemantapan jalan nasional di bawah PJN III masih berada di atas target nasional, yakni antara 95-97 persen. 

Nugraha menambahkan bahwa kategori "mantap" mencakup kondisi baik dan sedang, yang meskipun tidak selalu sempurna, tetap memastikan jalan aman dilalui.

Dari total panjang jalan nasional 406 kilometer yang dikelola PJN III, termasuk ruas Palembang, Indralaya, Prabumulih, Kayu Agung hingga Baturaja, perhatian khusus diberikan pada titik-titik yang membutuhkan penanganan lebih intensif. Misalnya, di ruas Palembang-Indralaya, ada segmen yang membutuhkan penanganan berkala karena lapisan aspal yang mulai menua.

Untuk lokasi dengan deformasi tanah dasar yang parah, seperti di Kayu Agung-Indralaya dan Parameswara-Kertapati, Nugraha menegaskan perlunya intervensi skala besar melalui rekonstruksi.

"Di lokasi seperti itu, tidak cukup hanya dengan lapis ulang. Harus ada pengupasan dan penggantian struktur bawah. Jadi memang butuh intervensi skala besar,” tambahnya.

Meski demikian, langkah-langkah proaktif terus diambil. Pemasangan rambu peringatan dan tambal sulam gencar dilakukan untuk menjaga kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan.

"Di ruas Kayu Agung–Indralaya, misalnya, kita pasang rambu meskipun sering rusak. Tapi tetap kita pasang ulang sebagai bentuk tanggung jawab. Di sisi lain, kita lakukan tambal sulam agar tidak ada lubang yang membahayakan,” kata Nugraha.

Tim PJN III terus bekerja keras di lapangan, termasuk di ruas menuju Baturaja, dengan fokus pada penutupan lubang-lubang.

Tags:    

Similar News