Transformasi Desa Talaga, bukti peran nyata Kemensos

Dalam waktu lima bulan, Desa Talaga di Kecamatan Mancak, Kabupaten Serang, Banten, menunjukkan transformasi yang dulunya kumuh, minim sanitasi, dan terbatas fasilitas kini berubah menjadi desa yang bersih, sehat, dan produktif. Perubahan ini tidak terjadi begitu saja, tetapi dengan dukungan dari Kementerian Sosial, masyarakat, dan berbagai lembaga mitra.

Update: 2025-05-23 19:06 GMT
Mensos di Desa Talaga, Serang. Banten, Jumat 923/5/2025). Foto: Kemensos RI

Elshinta.com - Dalam waktu lima bulan, Desa Talaga di Kecamatan Mancak, Kabupaten Serang, Banten, menunjukkan transformasi yang dulunya kumuh, minim sanitasi, dan terbatas fasilitas kini berubah menjadi desa yang bersih, sehat, dan produktif. Perubahan ini tidak terjadi begitu saja, tetapi dengan dukungan dari Kementerian Sosial, masyarakat, dan berbagai lembaga mitra.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau akrab disapa Gus Ipul mengatakan sungai yang dahulu penuh limbah, kini menjadi jernih dan mengalir di tengah taman hijau yang diberi nama Taman Firdaus. Lebih lanjut Gus Ipul mengatakan tempat itu kini menjadi simbol komitmen warga untuk hidup lebih sehat dan sejahtera.

“Kita berkomitmen, mari daerah kita ini kita bikin bersih, nyaman sebagai langkah kecil di lingkungan kita untuk membangun Indonesia,” ujar Gus Ipul saat mengunjungi desa tersebut, Jumat (23/5/2025) dalam keterangan tertulis yang diterima Elshinta.

Restorasi sungai sepanjang 1,5 kilometer dimulai sejak Desember 2024. Dilakukan lewat aksi gotong royong yang melibatkan pilar sosial, TNI-Polri, hingga masyarakat. Perubahan ini terus berlanjut dengan pembangunan fasilitas dasar dan pemberdayaan warga.

Salah satunya, kata Gus Ipul, pembangunan 22 Rumah Sejahtera Terpadu (RST) hasil kerja sama Kemensos dan Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih (YPP) SCTV. Rumah-rumah tak layak huni kini berganti menjadi tempat tinggal yang aman dan nyaman.

“Saya waktu dulu tidur sering kebocoran, kadang tidak nyaman. Tapi sekarang alhamdulillah, rumah saya tidak bocor lagi,” tutur Sam’un (41), warga yang menerima manfaat program ini.

Warga juga menerima bantuan perlengkapan rumah tangga senilai Rp29 juta untuk mendukung kehidupan sehari-hari. Dalam aspek sanitasi, Kemensos bersama Human Initiative membangun dan memperbaiki MCK serta septic tank untuk lebih dari 80 keluarga, mengakhiri praktik buang hajat di sungai yang sebelumnya umum dilakukan.

Kini, Desa Talaga berkembang menjadi desa produktif. Masyarakat bertani, beternak, dan bahkan menanam hidroponik. Anak-anak punya ruang bermain, perpustakaan mini, dan area belajar panahan. Di sektor ekonomi, warga dilatih mengolah pelepah pisang menjadi produk ramah lingkungan bernilai jual tinggi, menghasilkan penghasilan harian hingga Rp150 ribu.

“Berkat dorongan Kementerian Sosial, dalam kurun waktu empat bulan terlihat jelas perbedaannya. Tinggal bagaimana kita yang ada di sini untuk menjaga,” ujar Kepala Desa Talaga, Embay Solihin.

Sementara itu, Community Center juga dibangun sebagai pusat pelatihan, interaksi sosial, dan pemberdayaan warga. Sehingga, Desa Talaga bukan hanya sebagai tempat tinggal saja, akan tetapi menjadi ruang tumbuh bersama.

Penulis: Rizky Rian Saputra/Hutomo Budi/Ter

Tags:    

Similar News