Tingkatkan kualitas layanan, Tirta Patriot alihkan sumber air baku ke Kalimalang
Pemerintah Kota Bekasi melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Patriot tengah melakukan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas air bersih bagi warga.
Elshinta.com - Pemerintah Kota Bekasi melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Patriot tengah melakukan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas air bersih bagi warga.
Salah satu upaya tersebut dilakukan dengan membangun intake baru di kawasan Siltrap Lama atau Intake Taman Sulpresi, dengan mengalihkan sumber air baku dari Kali Bekasi ke aliran Kalimalang yang terhubung langsung dengan Jatiluhur, Purwakarta.
Direktur Utama Perumda Tirta Patriot, Ali Imam Fariadi, menjelaskan proyek ini merupakan tindak lanjut dari komitmen pemerintah kota dalam menjawab keluhan masyarakat terkait kualitas air yang selama ini bersumber dari Kali Bekasi.
Dimana, kondisi Kali Bekasi kerap mengalami pencemaran membuat kualitas air tidak stabil, terutama di musim kemarau.
“Ini untuk meningkatkan kualitas pelayanan air bersih. Kami tengah memindahkan sumber air baku dari Kali Bekasi ke Kalimalang. Alhamdulillah, Perum Jasa Tirta (PJT) II telah memberikan dukungan berupa penyewaan lahan. Anggarannya juga sudah tersedia dan saat ini proses pembangunan sedang berjalan. Target kami, intake ini bisa mulai beroperasi pada tahun 2026,” kata Ali Imam di lokasi peletakan batu pertama, Rabu (28/5).
Ali menambahkan, pembangunan intake ini menelan anggaran sekitar Rp45 miliar. Untuk tahap awal, pasokan air ditargetkan mencapai 400 liter per detik, meskipun idealnya kebutuhan mencapai sekitar 550 liter per detik.
“Intake ini bukan fasilitas baru, melainkan reaktivasi dan penguatan dari sistem yang sudah ada. Karena selama kondisi Kali Bekasi masih belum layak, semua air baku kami akan bersumber dari Kalimalang demi menjaga kualitas air yang lebih baik,” jelasnya.
Wilayah yang akan langsung merasakan manfaat proyek ini meliputi Medan Satria, Bekasi Utara, dan Bekasi Barat, dengan total cakupan layanan sekitar 43 ribu pelanggan.
Ali juga menegaskan saat aliran dari Kalimalang sudah aktif, pihaknya akan menutup sepenuhnya aliran dari Kali Bekasi.
“Begitu Kalimalang berjalan lancar, kita akan tutup total aliran dari Kali Bekasi. Kita tidak ingin saat musim kemarau tiba dan Kali Bekasi kembali tercemar, masyarakat kembali mengeluh,” tegasnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Hamzah Aryanto.
Sementara itu, Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, mengapresiasi langkah strategis yang diambil oleh Perumda Tirta Patriot.
Ia mengakui kondisi Kali Bekasi yang kerap tercemar limbah industri dan rumah tangga menjadi tantangan besar dalam penyediaan air bersih.
“Kita tahu bahwa Kali Bekasi, pada waktu-waktu tertentu, mengalami pencemaran yang cukup berat. Ini disebabkan oleh banyaknya aktivitas industri dan rumah tangga yang membuang limbah ke sungai,” ujar Tri.
Ia menambahkan, dengan adanya pasokan air dari Jatiluhur melalui Kalimalang, kualitas air baku akan meningkat signifikan. Hal ini akan berdampak langsung pada hasil akhir air yang didistribusikan ke masyarakat.
“Jika kualitas air bakunya sudah baik, kinerja Tirta Patriot akan jauh lebih optimal. Harapan kita ke depan, air yang disalurkan tidak hanya bersih, tetapi benar-benar layak minum sesuai nama perusahaan, yaitu Perusahaan Daerah Air Minum,” pungkasnya.
Dengan langkah ini, pemerintah daerah berharap bisa menjawab tantangan ke depan dalam penyediaan air bersih sekaligus membangun kepercayaan masyarakat terhadap layanan publik di sektor air minum.