FKBI imbau penyembelihan hewan kurban perhatikan enam aspek penting

Forum Konsumen Berdaya Indonesia (FKBI) mengimbau penyembelihan hewan kurban memperhatikan enam aspek penting untuk mencegah agar daging yang diolah tidak menimbulkan penyakit bagi masyarakat.

Update: 2025-06-05 17:25 GMT
Sumber foto: Antara/elshinta.com.

Elshinta.com - Forum Konsumen Berdaya Indonesia (FKBI) mengimbau penyembelihan hewan kurban memperhatikan enam aspek penting untuk mencegah agar daging yang diolah tidak menimbulkan penyakit bagi masyarakat.

Ketua FKBI Tulus Abadi dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis, menyebutkan, aspek pertama yakni hewan kurban yang akan disembelih perlu dipastikan dalam keadaan sehat, dibuktikan oleh dinas peternakan setempat atau dokter hewan yang memiliki kompetensi untuk mengeluarkan sertifikat.

"Kemudian, usahakan daging kurban yang dibagikan tidak menggunakan plastik berwarna hitam atau warna lainnya. Gunakan kemasan plastik yang berstandar food grade atau aman untuk komoditas pangan," katanya.

Tulus juga menyarankan agar daging dibungkus dengan plastik yang lebih ramah lingkungan atau eco friendly sehingga sampah plastik tidak mencemari lingkungan.

"Lebih baik lagi jika menggunakan kemasan non-plastik, misalnya menggunakan besek, daun jati, atau kemasan lainnya," ujar dia.

Tulus melanjutkan, aspek ketiga yang mesti diperhatikan yakni saat penyembelihan, sebaiknya hewan kurban dijauhkan dari jangkauan anak-anak di bawah umur, karena dikhawatirkan jika anak-anak ikut menonton prosesi penyembelihan akan menimbulkan efek trauma, bahkan sadisme bagi anak anak.

Selanjutnya, aspek yang keempat yakni pentingnya memperhatikan aspek animal welfare atau kesejahteraan hewan, misalnya dengan tidak menyandingkan hewan kurban yang disembelih dengan hewan kurban lain yang masih hidup.

"Jika prosesi penyembelihan itu disaksikan oleh hewan kurban lainnya, akan menimbulkan efek stres pada hewan tersebut. Daging yang berasal dari hewan yang mengalami stres menjadi tidak sehat untuk dikonsumsi bagi manusia. Jadi, jangan menyembelih hewan kurban di depan hewan kurban lainnya, penuhi aspek animal welfare yang menjadi hak hewan kurban," tuturnya.

Aspek kelima yang perlu diperhatikan yakni prosesi penyembelihan hewan kurban baik sebelum maupun sesudah penyembelihan, sebaiknya tidak mencemari lingkungan.

"Misalnya, jangan membuang limbah hewan kurban ke dalam sungai. Selain airnya menjadi kotor dan tercemar, membuang limbah ke sungai dikhawatirkan akan mendistribusikan bakteri atau virus yang menyebabkan dampak penyakit pada biota air, hewan ternak lainnya, bahkan bisa mengancam kesehatan manusia," tuturnya.

Berikutnya, aspek yang keenam yakni sebaiknya area penyembelihan hewan kurban saat mencacah daging kurban sebaiknya bebas asap rokok karena dapat mengganggu petugas lain. Selain itu, paparan asap rokok juga berpotensi dapat mengontaminasi daging kurban.

Sebagai informasi, berdasarkan data Direktorat Jenderal (Ditjen) Kesehatan Hewan dan Ternak Kementerian Pertanian, jumlah hewan kurban yang disembelih pada Idul Adha 2025 mencapai 1,7 juta ekor. Jumlah ini meningkat sekitar lima persen dari tahun 2024.

Tags:    

Similar News