Penjualan hewan kurban turun 10 %, peternak ungkap sebabnya
Wakil Ketua Umum yang juga Sekjen Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia (PPSKI) Robi Agustiar menyatakan, turunya penjualan hewan kurban pada tahun ini hingga 10 persen, akibat turunya daya beli masyarakat, dan bersamaan dengan persiapan masuk sekolah.
Elshinta.com - Wakil Ketua Umum yang juga Sekjen Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia (PPSKI) Robi Agustiar menyatakan, turunya penjualan hewan kurban pada tahun ini hingga 10 persen, akibat turunya daya beli masyarakat, dan bersamaan dengan persiapan masuk sekolah.
"Penyebabnya ini makro, secara nasional daya beli kita turun, ada berapa hal yang kita tengarai adalah hampir dekatnya dengan masuk sekolah, ini kan Juni-Juli sebagian orang akan memasukkan anaknya ke sekolah, ada biaya yang dikeluarkan, jadi mungkin spending uang yang biasanya dibayarkan untuk kurban, ditahan atau dialihkan untuk biaya sekolah. Tapi mungkin hampir di semua aspek, sektor ekonomi kita mengalami penurunan daya beli,” kata Robi kepada Radio Elshinta, Sabtu (7/6/2025).
Robi juga mengatakan, hewan kurban yang dibeli masyarakat pada tahun ini umumnya lebih kecil dibandingkan tahun sebelumnya. "Besaran hewan kurban ini menjadi lebih mengecil, dibandingkan biasanya. Yang biasanya nilainya 3,7 - 4 juta, turun menjadi 3 juta,” ungkapnya.
Meski terjadi penurunan, namun ia berharap hewan kurban yang tersisa dapat terjual hingga Senin pekan depan. "Kita khawatirkan hewan ternak yag tersisa tidak laku dijual, dan mungkin bisa evaluasi, mudah-mudahan kita tunggu hari senin, berapa banyak yang tersisa dan terjual ini akan kita data,” pungkasnya.
Penulis: Anton R/Ter