Tangani 'Miopia ' sejak dini, JEC tawarkan terapi Ortho-K sebagai solusi Non-Bedah
JEC Eye Hospitals and Clinics menghadirkan pendekatan menyeluruh dalam penanganan miopia, khususnya pada anak-anak. Salah satu solusi yang ditawarkan adalah terapi Orthokeratology (Ortho-K), yakni metode non-bedah menggunakan lensa kontak khusus yang dipakai saat tidur untuk membentuk kembali kornea mata. Dengan cara ini, penglihatan di siang hari bisa tetap jelas tanpa bantuan kacamata.
Elshinta.com - JEC Eye Hospitals and Clinics menghadirkan pendekatan menyeluruh dalam penanganan miopia, khususnya pada anak-anak. Salah satu solusi yang ditawarkan adalah terapi Orthokeratology (Ortho-K), yakni metode non-bedah menggunakan lensa kontak khusus yang dipakai saat tidur untuk membentuk kembali kornea mata. Dengan cara ini, penglihatan di siang hari bisa tetap jelas tanpa bantuan kacamata.
“Miopia bukan sekadar kondisi mata yang memerlukan kacamata. Ini adalah kondisi progresif yang harus ditangani sejak awal agar tidak berkembang menjadi miopia tinggi dengan risiko komplikasi serius,” ujar DR. Dr. Tri Rahayu, SpM(K), FIACLE, Ketua Contact Lens Service di JEC Eye Hospitals and Clinics.
Menurutnya, kecepatan perkembangan minus sangat dipengaruhi oleh pola hidup dan faktor keturunan. Minimnya paparan sinar matahari, aktivitas dalam ruangan yang berlebihan, serta riwayat keluarga dengan miopia menjadi faktor risiko utama. “Dalam situasi pascapandemi, kami melihat peningkatan tajam jumlah anak dengan miopia, terutama karena perubahan pola aktivitas harian yang lebih sedentari dan didominasi layar digital,” jelasnya.
Terapi Ortho-K di JEC menggunakan teknologi dari Jepang seperti Menicon Z Night dan Seed Breath-O Correct, yang dapat mengoreksi hingga -8.00 dioptri dan silinder hingga -3.00. Terapi ini bersifat reversibel, aman, dan cocok untuk anak-anak yang belum siap menjalani prosedur invasif.
Selain memperbaiki penglihatan, terapi ini bertujuan menghambat laju pertambahan minus pada anak-anak selama masa pertumbuhan. Seluruh proses dilakukan oleh dokter dan optometris berpengalaman dengan prosedur yang terstandar. JEC juga menekankan pentingnya deteksi dini pada anak usia sekolah dasar. “Deteksi dini membuka peluang lebih besar untuk menghambat progresi miopia dan mencegah komplikasi di masa depan,” ujar Dr. Tri.
Tingkat keberhasilan terapi sangat dipengaruhi oleh kepatuhan dalam penggunaan lensa dan dukungan dari orang tua. “Anak-anak harus rutin memakai lensa setiap malam dan melakukan kontrol berkala. Peran orang tua dalam mendampingi dan memastikan kebersihan serta jadwal kontrol sangat penting untuk menjamin keberhasilan terapi,” tambahnya.
JEC memiliki pengalaman panjang dalam menangani miopia progresif dengan pendekatan multidisiplin dan teknologi diagnostik yang canggih. Dalam salah satu kasus, seorang anak berusia 9 tahun dengan minus -3.50 menunjukkan progresi minus hanya -0.25 dalam satu tahun setelah menjalani terapi Ortho-K, jauh di bawah rata-rata pertambahan tahunan.
Melalui edukasi masyarakat lewat seminar dan program komunitas, JEC juga mendorong gaya hidup sehat mata dengan menyeimbangkan aktivitas digital dan waktu di luar ruangan.
“Penglihatan yang baik adalah fondasi kesuksesan anak-anak kita. Dengan penglihatan yang optimal, mereka dapat belajar, bermain, dan berkembang dengan percaya diri serta potensi penuh,” tutup Dr. Tri, seperti yang dilaporkan Reporter Elshinta Rizky Rian Saputra.