Polres Semarang terjunkan ratusan personil demo sopir truk soal ODOL

Polres Semarang, Jawa Tengah menerjunkan ratusan personil dalam pengamanan demontrasi penolakan Undang-undang tentang Over Dimension Over Load (ODOL) oleh sopir truk yang berlangsung di DPRD Kabupaten Semarang, Jumat (20/6).

Update: 2025-06-20 23:17 GMT
Foto: Pranoto/Radio Elshinta

Elshinta.com - Polres Semarang, Jawa Tengah menerjunkan ratusan personil dalam pengamanan demontrasi penolakan Undang-undang tentang Over Dimension Over Load (ODOL) oleh sopir truk yang berlangsung di DPRD Kabupaten Semarang, Jumat (20/6).

Sekitar 80 armada truk memadati depan kantor DPRD Kabupaten Semarang untuk menyampaikan penolakan terhadap aturan ODOL. Mengantisipasi kegiatan demo tersebut, Polres Semarang menerjunkan 235 Personilnya untuk melakukan pengamanan.

Kapolres Semarang AKBP Ratna Quratul Ainy mengatakan, personil disiapkan untuk memberikan pengamanan dan instruksi untuk lokasi parkir kendaraan.

"Sempat terjadi adu argumen antara personil dan beberapa sopir, dimana para sopir hendak memarkirkan kendaraannya melintang menutup akses utama jalan raya. Namun personil dilapangan berhasil memberikan imbauan dan pengertian secara humanis, sehingga arus dari arah Semarang bisa dilalui meski hanya 1 lajur," ungkapnya, seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Pranoto.

10 perwakilan pendemo diterima oleh Wakil Ketua DPRD Kabupaten Semarang Umar Sujadi bersama Kapolres Semarang, serta hadir pula Komandan Kodim 0714/Salatiga Letkol Inf. Guvta Alugoro Koedoes di ruang aspirasi DPRD Kabupaten Semarang.

Dari hasil Audiensi dengan perwakilan pendemo, pihak DPRD Kabupaten Semarang menyatakan sikap akan menyampaikan aspirasi para sopir truk dalam hal revisi Undang undang yang mengatur ODOL.

"Kami terima aspirasi saudara-saudara para sopir truk, dan pasti akan kami sampaikan ke tingkat provinsi hingga pusat," jelas Umar Sujadi.

Tags:    

Similar News