Tim Putri Jepang dominasi Kejuaraan Anggar Asia 2025 di Bali 

Jepang merajalela dan mendominasi pada Kejuaraan Anggar Asia tahun 2025 di Bali, dimana tim putrinya berjaya merebut gelar pada nomor sabel beregu mengalahkan banyak negara pesaing lainnya.

Update: 2025-06-23 21:47 GMT
Sumber foto: Eko Sulestyono/elshinta.com.

Elshinta.com - Jepang merajalela dan mendominasi pada Kejuaraan Anggar Asia tahun 2025 di Bali, dimana tim putrinya berjaya merebut gelar pada nomor sabel beregu mengalahkan banyak negara pesaing lainnya.

Emas dari Misaki Emura dan kawan-kawan ini merupakan emas keenam Jepang dalam kejuaraan yang diikuti 27 negara di Bali International Convention Centre, The Westin Resort, Nusa Dua, Badung, Bali.

Sebelumnya Jepang berjaya meraih emas degen beregu putra, beregu sabel putra, beregu floret putri dan nomor perseorangan sabel dan floret putri.

Dengan meraih enam emas ini Jepang kini mengukugkan dominasinya di kancah olahraga anggar Asia. 

Bila dalam pertandingan hari terakhir, Minggu, 22 Juni 2025 yang mempertandingkan floret beregu putra dan beregu degen putri, Jepang masih mendulang emas maka dominasi Jepang sungguh luar biasa. 

Dari 12 emas yang diperebutkan Jepang sudah unggul jauh dari saingan beratnya seperti Korea Selatan dan China maupun Hongkong China. Korsel baru meraih 2 emas, China dan Hongkong China masing-masing satu emas. 

Perjuangan putri Jepang merebut emas beregu sabel tidaklah mudah karena harus melalui pertarungan hingga partai terakhir. Bayangkan sampai 7 partai yang dimainkan, Jepang terus tertinggal sampai 27 – 35. 

Namun dua pemain terakhir Jepang, Uina Kaneko dan Misaki Emura menunjukkan kelasnya sebagai pemain bermental tangguh. 
Kaneko dengan penampilan agresif mampu menaklukkan Kim Jeong Mi 11 – 5 untuk mempekecil ketinggal Jepang menjadi 38 – 40. 

Emura di partai terakhir juga menunjukkan mental juaranya dengan menundukkan Jeon Hayoung 7 – 4 untuk membuat Jepang membalik keunggulan menjadi 45 – 44 dan memastikan juara.

“Ya sungguh menegangkan pertandingan tadi. Kami tertinggal terus sampai Kaneko mampu memperkecil ketinggal. Saya sebagai pemain penentu kemenangan sempat tegang juga. Tetapi setelah unggul poin saya bertambah yakin untuk menang,” ujar Emura saat ditemui sebelum upacara penghormatan pemenang, Minggu (22/6). 

Emura tetap merendah ketika disebutkan Jepang tampil hebat dalam kejuaraan ini dengan merebut enam emas. 

“Semula kami tidak menyangka akan bisa merebut enam emas karena Korea dan China merupakan tim yang tangguh. Belum lagi Hongkong, Kazakhstan dan Uzbekistan. Tapi kami datang ke sini dengan persiapan matang,” ungkapnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Eko Sulestyono, Senin (23/6). 

Dia menjelaskan, sukses ini, tidak membuat dirinya dan rekan-rekannya berpuas diri karena tugas berat sudah menanti pada Kejuaraan Dunia di Georgia, Juli mendatang dan tentunya Olimpiade Los Angeles 2028. 

“Setelah juara Asia tentu kami ingin menjadi yang terbaik di kejuaraan dunia dan olimpiade. Ini merupakan rangkaian untuk mewujudkan target kami,” ucapnya. 

Sementara itu medali perunggu nomor sabel beregu putri ini diraih China dan Uzbekistan. China di semifinal dihentikan oleh Jepang 35 – 45 sedangkan Uzbekistan dihadang Korsel 42 – 45.

Tags:    

Similar News