Indonesia pusat destinasi 'wellness and beauty' dunia 

Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar), Ni Luh Enik Ermawati atau yang lebih dikenal dengan Ni Luh Puspa mengatakan bahwa Indonesia harus serius menjadikan Bali sebagai pusat destinasi wisata kesehatan dan kebugaran unggulan dunia.

Update: 2025-06-30 16:56 GMT
Sumber foto: Eko Sulestyono/elshinta.com.

Elshinta.com - Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar), Ni Luh Enik Ermawati atau yang lebih dikenal dengan Ni Luh Puspa mengatakan bahwa Indonesia harus serius menjadikan Bali sebagai pusat destinasi wisata kesehatan dan kebugaran unggulan dunia.

Pernyataan tersebut disampaikan Ni Luh Puspa dalam acara opening ceremony Bali Wellness and Beauty Expo 2025 yang berlangsung di di Bali Beach Convention, The Meru Sanur, Kota Denpasar Bali.

Pameran yang berlangsung selama tiga hari pada 27 - 29 Juni 2025 ini bertujuan meningkatkan kesadaran wisatawan akan fasilitas wellness di Bali.

Alasan digelarnya pameran dilatarbelakangi data bahwa lebih dari 23 persen wisatawan di Bali sudah datang untuk tujuan ini.

"Kita harus menjadikan Bali sebagai 'best wellness destination in the world'," kata Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Puspa, Sabtu (29/6). 

Menurutnya banyak sekali wisatawan juga ikut aktivitas kebugaran meski itu belum menjadi tujuan utama.

Bali menawarkan beragam aktivitas yang memenuhi kebutuhan wisatawan yang mencari kesejahteraan fisik dan mental.

Pulau Dewata memiliki banyak fasilitas yoga dan meditasi berkelas dunia yang sering dikunjungi wisatawan mancanegara, menawarkan ketenangan untuk penyegaran pikiran.

Berbagai resor khusus juga menyediakan program kebugaran yang holistik, termasuk nutrisi dan terapi.

Bali juga dikenal luas dengan layanan spa yang sangat baik, bahkan pernah dinobatkan sebagai The Best Spa Destination 2009 menawarkan berbagai perawatan relaksasi dan peremajaan.

Selain itu, terdapat fasilitas meditasi di tengah hamparan sawah hijau di mana wisatawan dapat menikmati "forest bathing", serta berendam di sumber air panas vulkanik yang kaya mineral untuk detoksifikasi dan relaksasi.

Banyak tempat juga menawarkan kelas memasak farm-to-table yang mengajarkan wisatawan cara mengolah bahan-bahan lokal menjadi hidangan sehat.

Menurut Ni Luh, pemerintah mendukung penuh pengembangan wisata kesehatan ini. Buktinya, ada peresmian Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan Sanur.

KEK pertama di Indonesia ini fokus pada layanan kesehatan dan medis terpadu terbesar di Asia Tenggara, memadukan sains dan tradisi.

"Ini sinyal kuat komitmen serius pemerintah untuk mengembangkan destinasi wisata kesehatan dan kebugaran berskala internasional," tegasnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Eko Sulestyono, Senin (30/6). 

Sementara itu, Co-founder & Director Bali Wellness and Beauty Expo 2025, Diah Permana Tirtawati dalam kesempatan yang sama mengaku sangat optimistis dengan potensi wellness di Bali.

Meski Bali sudah dikenal luas sebagai tujuan perjalanan liburan, pertemuan, konvensi dan eksibisi (MICE), pernikahan, dan wisata bahari, Bali belum pernah secara eksplisit menyatakan diri sebagai destinasi "wellness".

"Dari situlah kami berani mengembangkan potensi 'wellness tourism' melalui ajang ini," kata Diah Permana Tirtawati .

Menurut laporan Global Wellness Institute 2025 memproyeksikan pada sektor wellness secara global diprediksi akan tumbuh mencapai 9 triliun Dolar Amerika Serikat (USD pada 2029.

Sementara itu hingga saat ini Indonesia sendiri  untuk sementara masih di peringkat ke-18 global dan memimpin ASEAN dalam pangsa pasar wellness. Ini menunjukkan Indonesia khususnya Bali menpunyai peluang besar untuk menjadi pemimpin dunia dalam bidang wellness & beauty.

Tags:    

Similar News