Lokananta gelar pameran Senandung Lokananta, rayakan seabad Keroncong Surakarta

Lokananta kembali menghadirkan pameran temporer bertajuk Senandung Lokananta: Seabad Keroncong Surakarta yang akan berlangsung mulai 28 Juni hingga 30 November 2025 di Galeri Lokananta, Surakarta.

Update: 2025-06-30 18:04 GMT
Sumber foto: Agung Santoso/elshinta.com.

Elshinta.com - Lokananta kembali menghadirkan pameran temporer bertajuk Senandung Lokananta: Seabad Keroncong Surakarta yang akan berlangsung mulai 28 Juni hingga 30 November 2025 di Galeri Lokananta, Surakarta. Pameran ini dibuka setiap hari pukul 10.00–20.00 WIB dan menjadi persembahan spesial atas perjalanan 100 tahun musik keroncong dari jantung Kota Solo.

CEO Lokananta, Wendi Putranto, menyebut pameran ini sebagai bentuk penghormatan terhadap keroncong yang telah membentuk karakter musikal Indonesia.

 “Kami ingin menghidupkan kembali semangat keroncong lewat pengalaman visual dan audio yang imersif. Ini bukan hanya tentang arsip, tetapi juga soal mengapresiasi estetika dan identitas budaya yang lahir di Solo,” ujarnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Agung Santoso, Senin (30/6). 

Pameran ini terbagi dalam tiga bagian utama, yaitu Rangkalan, Momentum, dan Sepanjang Masa, yang menyuguhkan sejarah keroncong di Surakarta secara kronologis, peristiwa penting seperti Keroncong Concours, Bintang Radio, hingga subgenre seperti keroncong langgam dan modern. Selain itu, tokoh-tokoh penting seperti Waldjinah, S. Darsih Kisowo, Ismanto, dan Gesang turut menjadi sorotan dalam perjalanan panjang musik keroncong.

Kurator Galeri Lokananta, Leica Kartika, menjelaskan bahwa pameran ini lahir dari kekayaan koleksi arsip Lokananta dan kontribusi banyak pihak.

 “Melalui pameran ini, kami ingin menyoroti bagaimana peran kolektif dari masyarakat, musisi, pemerintah, dan peneliti terus meniupkan napas bagi keberlangsungan keroncong sebagai budaya populer lintas zaman,” jelasnya. 

Berbeda dari pameran-pameran sebelumnya, inisiasi kali ini sepenuhnya digagas oleh tim internal Galeri Lokananta bekerja sama dengan tim art handling Rupa Rupa Collective. Proses riset mendalam dilakukan oleh tim arsiparis Lokananta, yakni Bemby Ananto dan Sherina, dengan menelusuri lokasi penting perkembangan keroncong, seperti RRI Surakarta, rumah Waldjinah, hingga kediaman terakhir maestro Gesang. Erie Setiawan, penggagas Ensiklopedia Musik Keroncong, didapuk sebagai peneliti utama.

Sebagai bagian dari program publik, Lokananta juga menyiapkan serangkaian kegiatan pendukung, mulai dari Roadshow Solo Keroncong Festival, workshop merangkai bunga dan lirik keroncong, peringatan 80 tahun Waldjinah, walking tour ke titik-titik historis keroncong, hingga bedah buku dan diskusi komunitas bertajuk Jagongan RRI. 

Tags:    

Similar News