Kementerian UMKM apresiasi penyelenggaraan Magelang Fair 2025
Menteri UMKM diwakili Staf Ahli Bidang Komunikasi dan Hubungan Antar Lembaga Kementrian UMKM, Sudaryano Rahmalifman Lamangkona mengapresiai penyelenggaran Magelang Fair 2025 oleh Pemerintah Kota Magelang Jateng.
Elshinta.com - Menteri UMKM diwakili Staf Ahli Bidang Komunikasi dan Hubungan Antar Lembaga Kementerian UMKM, Sudaryano Rahmalifman Lamangkona mengapresiai penyelenggaran Magelang Fair 2025 oleh Pemerintah Kota Magelang Jateng. Ia mengatakan, kegiatan ini sebagai wadah untuk memamerkan produk-produk keunggulan daerah yang akan mengakselerasi pengembangan UMKM dalam langkah meningkatkan perekonomian daerah dan tentunya mengopang ekonomi nasional.
Dalam sambutan pembukaan Magelang Fair 2025 pada Selasa (1/7) malam, Sudaryano mengatakan, bahwa UMKM merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia yang telah berkontribusi nyata dan signifikan terhadap pembangunan dan peningkatan perekonomian bangsa, sekalipun di tengah ketidakpastian perekonomian dunia yang diakibatkan berbagai macam dinamika kawasan seperti perang militer dan perang tarif serta isu-isu politik global lainnya.
Dengan jumlah pegiat UMKM secara nasional yang saat ini mencapai kurang lebih 60 juta unit usaha, UMKM telah memberikan kontribusi yang cukup signifikan terhadap pemasukan produk domestik bruto atau PDB sebesar 61% secara nasional atau setara dengan Rp 9.580 triliun. Bahkan sektor UMKM juga menyerap sekitar 97% tenaga kerja secara nasional.
"Oleh karena itu UMKM juga menjadi salah satu sektor strategis dalam pengentasan masalah kemiskinan," katanya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Kurniawati, Rabu (2/7).
Angka yang besar ini, menurut Sudaryano merupakan capaian dari program kerja pemerintah yang dilaksanakan secara kolaboratif, sinergis, terarah dan terukur dengan salah satu kegiatan seperti festival seperti ini.
Magelang Fair 2025 ini, imbuh Sudaryano, tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan hiburan semata namun lebih dari itu dimaknai sebagai salah satu strategi dan upaya pemerintah kota Magelang dalam mempromosikan produk-produk lokal, seperti kerajinan dan bahan olah makanan beserta produk-produk turunan lainnya.
Selain itu festival ini juga merupakan wujud nyata dari pemerintah kota Magelang dalam menggerakan produktivitas lokal, khususnya di bidang pariwisata, kebudayaan, industri dan kerajinan sebagai bagian dalam menunjang perekonomian nasional.
Wali Kota Magelang Damar Prasetyono yang membuka kegiatan ini juga menyampaikan apresiasi kepada Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan UMKM (DPPKUM) dan semua pihak yang telah berkontribusi terselenggaranya kegiatan Magelang Fair 2025.
Damar mengatakan, Magelang Fair merupakan salah satu agenda strategis pemerintah Kota Magelang, yang tidak hanya ditujukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, namun tentunya dikhususkan ke sektor UMKM juga untuk menghadirkan alternatif ruang bagi seluruh UMKM di Magelang dan Jateng umumnya.
Sebagai kota yang bertumpu pada sektor perdagangan, UMKM merupakan tulang punggung perekonomian Kota Magelang. "Oleh karena itu, melalui Magelang Fair Pemkot berupaya menghadirkan ruang representatif bagi para pelaku usaha untuk mempromosikan produk-produk unggulannya," ujar Damar.
Pemkot ingin menunjukkan bahwa Kota Magelang memiliki potensi ekonomi yang besar, SDM yang kreatif dan emangat kewirausahaan yang terus tumbuh dan berkembang.
Karena itu, ia mengajak kepada seluruh warga untuk turut menyukseskan Magelang Fair, sebagai tempat apreasi dan kreatif.
Kepala Dinas Perdagangan Perindustrian, Koperasi, dan UMKM (DPPKUM) Kota Magelang, Syaifullah dalam laporan menyampaikan, Magelang Fair yang berlangsung dari 1 - 5 Juli ini, diikuti sebanyak 169 tenan produk dan rangkaian cara menarik. Stan yang ikut serta terdiri dari UMKM, jasa, kuliner, kerajinan, edukasi, serta lembaga dan kementerian seperti Kemenlu, Imigrasi, BUMN, BUMD, perguruan tinggi, dan RSUD.