IFI Surakarta dukung pemecahan rekor MURI Kegiatan Interval Walking Training Terbanyak
Pengurus Cabang Ikatan Fisioterapi Indonesia (IFI) Kota Surakarta (Solo) ikut ambil bagian dalam pemecahan Museum Rekor Indonesia (MURI) pada Kegiatan Interval Walking Training Terbanyak, Minggu (29/6/2025) lalu.
Elshinta.com - Pengurus Cabang Ikatan Fisioterapi Indonesia (IFI) Kota Surakarta (Solo) ikut ambil bagian dalam pemecahan Museum Rekor Indonesia (MURI) pada Kegiatan Interval Walking Training Terbanyak, Minggu (29/6/2025) lalu. Acara yang dilaksanakan di Stadion Manahan Solo, merupakan bagian dari Pemecahan Rekor MURI serentak oleh Fisioterapis di seluruh provinsi, sesuai keterang resmi yang dirilis, Rabu (2/7/2025).
IFI Surakarta melibatkan sekitar 200 orang termasuk dari berbagai kampus yang memiliki jurusan Fisioterapi di Solo Raya, pada rangkaian dari perayaan Hari Ulang IFI ke-57 tersebut.
Ketua IFI Surakarta, Noor Sadhono Kurniaji, Ftr.,MSi mengatakan, kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen fisioterapis dalam mengedukasi dan melayani masyarakat. Ada dua agenda utama yang dirancang untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya gerak dalam hidup sehat.
Pertama, Interval Walking Training merupakan sesi jalan sehat bertahap yang dirancang khusus untuk mendukung kesehatan jantung dan membantu menurunkan tekanan darah. Metode ini menunjukkan bagaimana aktivitas fisik sederhana dapat memberikan dampak besar bagi kesehatan.
"Selain fungsi, pemeriksaan dini sistem gerak juga diperlukan. Mulai dari evaluasi postur, kekuatan otot, keseimbangan, hingga fleksibilitas yang dilakukan dengan alat dan metode standar oleh fisioterapis," kata Noor Sadhono Kurniaji seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Deni Suryanti, Rabu (2/7).
Pemeriksaan, lanjut dia, merupakan langkah krusial dalam mengidentifikasi potensi masalah gerak lebih awal. Dirinya menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni ulang tahun. Lebih dari itu, aksi ini menjadi bagian integral dari upaya IFI untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya gerak sebagai fondasi hidup sehat.
Kegiatan ini turut mendukung penuh Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) yang digalakkan pemerintah, serta berkontribusi aktif dalam transformasi kesehatan nasional. Hal ini membuktikan bahwa fisioterapi adalah bagian tak terpisahkan dari pilar kesehatan bangsa, juga menunjukkan kontribusi nyata fisioterapis dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Dikatakannya, tema utama dalam kegiatan adalah "Fisioterapis Semakin Dekat, Masyarakat Bergerak, Indonesia Sehat". Melalui momentum ini, IFI kembali menegaskan posisinya sebagai pilar penting dalam sistem kesehatan nasional. Mereka tak hanya hadir di tengah masyarakat, tetapi juga secara proaktif mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus bergerak, hidup sehat, dan menjadi pribadi yang mandiri.
Ketua Pelaksana, Sunarno mengatakan, pihaknya ingin memperkenalkan lebih mendalam kepada masyarakat mengenai fisioterapi. "Kegiatan pemecahan rekor MURI dilaksanakan serentak di seluruh cabang Fisioterapi di seluruh Provinsi di Indonesia," kata Sunarno.
Dalam kegiatan Interval Walking Training, peserta jalan selama 30 menit, dan setiap 3 menit ada perubahan pola jalan. Metode ini dari hasil riset, di antaranya dapat mengurangi risiko stroke, dan diabetes melitus.
Aktivitas Interval Walking Training, ke depan diharapkan dapat diterapkan di tengah masyarakat. Cara yang ditempuh antara lain dengan berkolaborasi dengan Puskesmas. Sebab di setiap Puskesmas kini sudah ada fisioterapi.