Atasi sampah organik 370 rumah makan di Kudus, Djarum Oasis olah jadi kompos
Sektor swasta sangat dinilai sangat krusial dalam upaya pengelolaan sampah yg berkelanjutan.
Elshinta.com - Sektor swasta sangat dinilai sangat krusial dalam upaya pengelolaan sampah yg berkelanjutan. Hal ini disampaikan Bupati Kudus Sam'ani Intakoris saat meninjau lokasi pengolahan sampah organik di Djarum Oasis, Desa Gondangmanis Kecamatan Bae Kabupaten Kudus, Kamis (3/7).
Di lokasi ini terdapat pengolahan sampah organik sisa-sisa sampah dari rumah makan dan lain-lain mitra dari Bakti Lingkungan Djarum Foundation.
Bupati mengapresiasi adanya aplikasi UCollect yang dinilai sebagai terobosan. "Aplikasi ini memungkinkan warga Kabupaten Kudus mengumpulkan minyak jelantah yang kemudian bisa dikonversi menjadi uang digital," ujar Bupati seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Sutini, Jumat (4/7).
Pemkab Kudus mendorong agar kolaborasi serupa terus diperluas sebagai solusi bersama menghadapi tantangan pengelolaan sampah apalagi saat ini permasalahan sampah menjadi masalah yang serius dicarikan solusinya.
Sementara itu, dalam pengelolaan sampah organik sisa makanan dari rumah makan, restoran, sekolah dan lain-lain mitra dari Bakti Lingkungan Djarum Foundation ada sebanyak 370 mitra. Dimana tiap hari sampah organik yang sudah dipilah kemudian diangkut dengan truk Kudus Asik (apik dan resik) untuk diolah menjadi kompos. Pupuk tersebut nantinya bisa digunakan untuk keperluan pemupukan tanaman penghijauan dikawasan Muria bekerjasama dengan komunitas pemuda pecinta Lingkungan dan juga kelompok desa binaan.
Konten kreator lingkungan, Isman menjadi salah pemuda Kudus yang selalu menyuarakan pengelolaan sampah organik jadi hal yang berguna seperti kulit bawang yang bisa dimanfaatkan jadi bumbu masak