Gus Yahya sebut sebanyak 125 ponpes NU telah siap jadi dapur MBG

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf menyebutkan sebanyak 125 pondok pesantren di bawah naungan NU telah siap menjadi Satuan Pelaksana Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG).

Update: 2025-07-21 15:38 GMT
Sumber foto: Antara/elshinta.com.

Elshinta.com - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf menyebutkan sebanyak 125 pondok pesantren di bawah naungan NU telah siap menjadi Satuan Pelaksana Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Ya sudah proses, sekarang ini yang sudah masuk ke dalam sistem ada 125 titik," kata Yahya ditemui di Kantor PBNU, Jakarta, Senin.

Gus Yahya, sapaan akrabnya, menyebutkan seluruh pesantren tersebut telah melalui berbagai macam proses seperti verifikasi dan lain sebagainya untuk dianggap layak menjadi SPPG dalam program MBG.

"Memang semua harus kita ikuti, tapi akan terus kita dorong supaya ke depan ada akselerasi yang lebih kuat untuk pelaksanaan," ucapnya.

Diketahui, upaya percepatan pembangunan 1.000 dapur MBG kompleks pesantren terus dilakukan. Belum lama ini, Pusat Investasi Pemerintah (PIP), Badan Gizi Nasional (BGN), dan Komite Percepatan Pemberdayaan Masyarakat Republik Indonesia (KPPM RI) melakukan penandatanganan nota kesepahaman untuk hal tersebut.

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar menyatakan SPPG kompleks pondok pesantren memiliki peran strategis dalam membentuk masa depan umat dan bangsa.

"Ini adalah gerak langkah penting bagi santri, di mana SPPG yang dilanjutkan dengan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bisa mengatasi problematika generasi penerus," katanya (23/6).

Menurut pria yang akrab disapa Cak Imin itu, program MBG ini harus mendapat dukungan penuh yang sifatnya fardhu 'ain untuk menyelamatkan perjuangan dan dakwah di masa depan.

"Semua butuh SDM yang cerdas, tidak hanya anak kiai saja yang mendapat gizi cukup. Tapi juga semua santri di seluruh pondok pesantren di Indonesia," ucapnya.

Tags:    

Similar News