Bahaya perokok pasif di Indonesia, makin meningkat
Elshinta.com - Pernah nggak lagi duduk santai, tiba-tiba asap rokok orang lain masuk ke hidung? Padahal nggak ngerokok, tapi tetap kena risikonya.
Elshinta.com - Pernah nggak lagi duduk santai, tiba-tiba asap rokok orang lain masuk ke hidung? Padahal nggak ngerokok, tapi tetap kena risikonya.
Menurut WHO, tiap tahun 600 ribu orang meninggal karena jadi perokok pasif. Di Indonesia, hampir setengah penduduk—termasuk anak-anak dan ibu hamil—terpapar asap rokok. Efeknya? Asma, kanker paru, bahkan kematian bayi.
Ironisnya, rokok juga penyumbang ekonomi besar. Tahun lalu, cukainya tembus Rp 232 triliun untuk bangun jalan, rumah sakit, sampai subsidi BPJS. Tapi, sebagian besar biaya BPJS justru habis buat obatin penyakit akibat rokok.
Jadi, rokok ini penggerak ekonomi, atau racun diam-diam buat kesehatan publik?
Masih pantaskah “sebat” dibilang pilihan pribadi?
Tulis pendapat kalian di kolom komentar!