Wamenkes: Indonesia menduduki peringkat tiga kasus kusta di dunia

 Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono menyebutkan bahwa Indonesia saat ini masih menduduki peringkat ke tiga kasus kusta terbanyak setelah India dan Brazil.

Update: 2025-08-14 10:55 GMT
Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono (Azmi Samsul Maarif)

Elshinta.com - Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono menyebutkan bahwa Indonesia saat ini masih menduduki peringkat ke tiga kasus kusta terbanyak setelah India dan Brazil.

"Memang Indonesia menduduki tempat ketiga terbesar di dunia setelah India dan Brazil," kata Wamenkes Dante di Tangerang, Kamis.

Dalam kesempatan itu, Dante tidak menjelaskan secara rinci terkait berapa total jumlah kasus kusta yang mempengaruhi posisi Indonesia jadi yang terbanyak di dunia. Namun, pihaknya berkomitmen akan melakukan beberapa langkah intervensi dalam penanganan masalah kesehatan masyarakat tersebut. Salah satunya yakni percepatan eliminasi melalui strategi peningkatan deteksi dini, pelayanan kesehatan berkualitas, penyebarluasan informasi, eliminasi stigma, pemberdayaan mantan penderita serta kemitraan dengan berbagai pemangku kepentingan.

"Maka target kita dalam pembebasan penyakit kusta dinaikkan saat ini menjadi 111 kabupaten/kota di 2030," katanya.

Ia bilang, saat ini pemerintah telah menargetkan sebanyak 111 kabupaten/kota di Tanah Air akan dilakukan eliminasi deteksi kasus kusta. Langkah ini diperlukan kolaborasi yang erat antara pemerintah daerah dan pusa, baik dalam bidang kesehatan maupun sosial. Selain itu, pihaknya melakukan pengenalan pada gejala-gejala penyakit kusta. Sehingga, bila masyarakat sudah mengenal dari gejala tersebut maka pihaknya bisa mengidentifikasi hingga pengobatan.

"Kemudian kita berikan kemoprofilaksis kusta, ini diberikan upaya pencegahan terhadap timbulnya penyakit kepada mereka kontak erat dengan penderita kusta," ujarnya.

Dia menambahkan, untuk penyakit kusta sendiri merupakan salah satu dari 21 penyakit tropis terabaikan di dunia yang perlu dieliminasi. Salah satu upayanya adalah dengan menjaga lingkungan yang sehat bagi masyarakat. Menurutnya, berbagai penyakit tropis terabaikan dapat dieliminasi jika masyarakat dapat menjaga lingkungan sehingga berbagai hewan dan binatang yang ada di lingkungan tidak membawa virus, bakteri, atau patogen penyakit.

"Sebetulnya untuk pengobatan saat ini sudah tersedia di puskesmas, jadi sudah tidak perlu ke rumah sakit. Kalau ke rumah sakit itu kalau ada gejala yang berat misal ada kecacatan yang berat, kalau hanya gejala ringan kita upayakan ditangani di puskesmas," kata dia.

Tags:    

Similar News