Pemkab Sleman gelar Sleman Culture Festival 2025

Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar kegiatan Sleman Culture Festival (SCF) pada Jumat - Sabtu (22-23/8/2025). Gelaran dengan menyuguhkan beragam kegiatan yang cukup menarik ini berlangsung di Lapangan Denggung Sleman. 

Update: 2025-08-21 10:24 GMT
Sumber foto: Izan Raharjo/elshinta.com.

Elshinta.com - Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar kegiatan Sleman Culture Festival (SCF) pada Jumat - Sabtu (22-23/8/2025). Gelaran dengan menyuguhkan beragam kegiatan yang cukup menarik ini berlangsung di Lapangan Denggung Sleman. 

Dalam gelaran tersebut tampil festival upacara adat  dengan tema “Ngleluri Tradisi Tumuju Sleman Nggayuh Luhuring Budi" yang diikuti oleh 17 kapanewon (kecamatan) se-kabupaten Sleman. Kemudian juga ada bazar UMKM di sisi utara Lapangan Denggung. Ada juga agenda pacuan Kuda d- X Pang yang merupakan perpaduan antara olahraga atletik dengan kuda kepang. Puncak SCF dimeriahkan pertunjukan kembang api Heiwa Hanabi atau Kembang api perdamaian spesial dari Jepang yang berkolaborasi dengan Yayasan Sakuranesia Society.

Sakuranesia Society Founder Sakura Ijuin, menjelaskan pesta kembang api berlangsung pada malam hari yang digelar di lantai atap Sleman City Hall yang terletak disebelah timur lapangan Dengung. Dalam pesta kembang api ini juga dihadiri sebanyak 60 tami dari Jepang. Bahan peledak yang dulu adalah merupakan simbol perang maka kini telah diubah menjadi simbol perdamaian. Harapannya Indonesia dan Jepang bisa terus menenun ikatan persahabatan.

"Harapannya persahabatan antara Jepang, Indonesia dan masyarakat di seluruh dunia terus terjalin dalam perdamaian,” ujar Sakura pada jumpa pers Sleman Culture Festival di Pendopo Parasamya, Sleman, Rabu (20/8/2025).

Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman Susmiarto, menjelaskan bahwa Sleman Culture Festival ini menjadi penguatan kerja sama dalam bidang kebudayaan antara Jepang dan Indonesia. Dalam event tersebut, festival upacara adat berlangsung selama dua hari pada Jumat dan Sabtu.

"Pada hari Jumat ada 9 kapenawon yang tampil dan sisanya pada hari Sabtu siang," jelasnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Izan Raharjo, Kamis (21/8). 

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) Sleman, Ishadi Zayid, mengatakan event Sleman Culture Festival merupakan kolaborasi dari berbagai pihak yang dikemas sedemikian rupa yang diharapkan membawa kemajuan kebudayaan di Sleman dan Jepang untuk saling merangkul dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat. Puncak kegiatan yang ditutup dengan kemeriahan kembang api warna-warni adalah menggambarkan pencapaian mimpi anak-anak.

"Upacara adat dari berbagai Kapenawon ini adalah identitas masyarakat, yang mengajarkan gorong royong, saling menghargai, dan juga memiliki banyak nilai filosofi, nilai-nilai luhur yang harus dijaga dan dilestarikan," pungkasnya.  

Tags:    

Similar News