Aisyiyah Semarang fokus perkuat amal usaha dan pendidikan PAUD

Aisyiyah Kota Semarang instruksikan setiap ranting dirikan TK ABA, sementara Pemkot Semarang ajak warga persiapkan diri jadi tuan rumah MTQ Nasional ke-31

Update: 2026-04-14 16:00 GMT
Indomie

Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kota Semarang menegaskan komitmennya untuk memperkuat amal usaha yang berdampak langsung bagi masyarakat. Salah satu fokus utamanya adalah pengembangan pendidikan Taman Kanak-kanak (TK) hingga ke tingkat ranting.

Ketua PDA Kota Semarang, Aminah Kurniasih, menekankan bahwa setiap gerakan Aisyiyah sebagai organisasi perempuan pendamping Muhammadiyah harus memberikan manfaat nyata bagi umat.

“Amal usaha yang dilaksanakan Aisyiyah harus benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Aminah dalam kegiatan Halalbihalal dan Hari Bermuhammadiyah ber-Aisyiyah tingkat Kota Semarang, Selasa (14/4/2026).

Aminah juga menyoroti pentingnya penguatan pendidikan anak usia dini yang selaras dengan kebijakan pemerintah. Merujuk pada target pemerintah yang dicanangkan Abdul Mu'ti, diharapkan setiap desa memiliki minimal satu taman kanak-kanak.

Untuk mendukung program tersebut, Aminah mendorong setiap ranting di bawah koordinasinya untuk mulai mendirikan institusi pendidikan sendiri.

“Kami mengajak seluruh ranting untuk berlomba mendirikan TK Aisyiyah Bustanul Athfal dengan mengajukan proposal,” jelasnya.

Saat ini, Aisyiyah Kota Semarang mengelola tujuh majelis dan empat lembaga yang melayani berbagai aspek sosial. Aminah pun mengapresiasi dukungan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) yang terus menyokong gerakan mereka.

Elshinta Peduli

Dalam kesempatan yang sama, Pemerintah Kota Semarang mengajak keluarga besar Muhammadiyah dan Aisyiyah untuk ikut menyukseskan gelaran Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional ke-31 tahun 2026.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Setda Kota Semarang, Elly Asmara, yang membacakan sambutan Wali Kota Semarang, menyebutkan bahwa karakter Muhammadiyah yang adaptif sangat dibutuhkan untuk membangun kota.

“Ketangguhan adalah mentalitas untuk tidak mudah menyerah, sementara berkemajuan adalah keberanian untuk terus berinovasi dan menciptakan solusi,” ungkap Elly.

Selain peran dalam penanganan stunting, Pemkot Semarang menitipkan pesan khusus terkait kesiapan sebagai tuan rumah MTQ Nasional pada 12-19 September 2026 mendatang. Sejumlah lokasi ikonik seperti Masjid Agung Jawa Tengah dan Masjid Baiturrahman telah disiapkan sebagai lokasi lomba.

“Kami membutuhkan dukungan dan doa dari seluruh elemen masyarakat agar setiap agenda pembangunan dan kegiatan nasional dapat berjalan dengan baik dan membawa kemaslahatan,” pungkasnya.

Akbar Bagus Prasongko/Rama

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News