Anak muda Jambi sulap danau dari ruang nelayan jadi destinasi wisata
Anak muda di Jambi menyulap kawasan Danau Teluk, Kota Jambi yang sebelumnya hanya dimanfaatkan sebagai ruang aktivitas nelayan menjadi destinasi wisata baru.
Pengunjung tampak menikmati keindahan senja dengan menyusuri Danau Teluk menggunakan perahu di Jambi, Minggu (4/1/2026). ANTARA/HO-Melli Andani.
Anak muda di Jambi menyulap kawasan Danau Teluk, Kota Jambi yang sebelumnya hanya dimanfaatkan sebagai ruang aktivitas nelayan menjadi destinasi wisata baru yang menarik bernama Titik Balik.
Salah satu pendiri Titik Balik Ahmad Iqbal di Jambi, Minggu, mengatakan usaha itu lahir dari keinginan menjadikan keindahan Danau Teluk sebagai sebuah pengalaman, bukan sekadar pemandangan dari kejauhan.
Titik Balik berawal dari kebiasaan Iqbal bersama temannya nongkrong di Enduo Coffee sambil mengamati pengunjung menikmati panorama Danau Teluk dan merekam aktivitas nelayan yang berperahu, sehingga muncul ide wisata perahu Danau Teluk agar pengunjung dapat menikmati pemandangan secara langsung.
"Titik Balik mulai beroperasi sejak Agustus 2025 dan hingga kini mengoperasikan empat unit perahu serta satu unit perahu khusus untuk keperluan nikah (prewedding) yang masih dalam proses pembuatan, dengan jadwal operasional setiap hari pada pukul 16.00 hingga 18.00 WIB," kata dia.
Harga layanan dimulai dari paket explore seharga Rp25 ribu pada hari biasa dan Rp35 ribu pada akhir pekan, sementara paket rombongan dipatok Rp140 ribu pada hari biasa dan Rp150 ribu pada akhir pekan.
Ia mengatakan inisiatif wisata perahu Titik Balik hadir untuk mengangkat kearifan lokal masyarakat Danau Teluk dengan memanfaatkan perahu yang sejak lama digunakan nelayan sebagai alat utama mencari nafkah.
"Konsep wisata ini tidak menghadirkan hal yang asing bagi masyarakat, melainkan mengembangkan potensi yang sudah ada dan lekat dengan kehidupan warga setempat," katanya.
Menurut dia, Danau Teluk selama ini bukan sekadar pemandangan alam, tetapi ruang hidup bagi masyarakat yang menggantungkan aktivitas sehari-hari sebagai nelayan tradisional, pembudidaya ikan keramba dan pelaku usaha kecil. Namun, potensi danau lebih sering dimaknai sebagai ruang aktivitas harian dan belum sepenuhnya dikembangkan sebagai destinasi wisata yang melibatkan masyarakat secara langsung.
Pihaknya berupaya menghadirkan wisata perahu yang sederhana, ramah lingkungan dan tidak merusak alam.

