Pemkab Sigi ajak warga lestarikan budaya melalui Festival Ayam Bambu
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sigi, Sulawesi Tengah mengajak masyarakat dan pemerintah desa untuk menjaga serta melestarikan budaya lokal di kawasan Kulawi Raya melalui Festival Ayam Bambu.
Kegiatan Festival Ayam Bambu digelar di Desa Bolapapu Kecamatan Kulawi, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Minggu (30/11/2025). ANTARA/Angel.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sigi, Sulawesi Tengah mengajak masyarakat dan pemerintah desa untuk menjaga serta melestarikan budaya lokal di kawasan Kulawi Raya melalui Festival Ayam Bambu.
Bupati Sigi Moh Rizal Intjenae di Sigi, Minggu, mengatakan festival ini bukan sekadar perayaan kuliner melainkan sebagai representasi kearifan lokal dan identitas budaya masyarakat Kulawi.
"Jadi Ayam Bambu ini merupakan kuliner khas yang diwariskan secara turun-temurun sebab proses memasaknya cukup unik karena berada di dalam bambu tidak hanya menghasilkan cita rasa khas tetapi juga menggambarkan kedekatan masyarakat dengan alam," kata dia.
Ia mengemukakan Festival Ayam Bambu sarana penting untuk memperkenalkan potensi kuliner lokal kepada masyarakat dan wisatawan.
"Ke depan Ayam Bambu ini harus dipromosikan sebagai identitas kuliner khas Sigi hingga ke tingkat nasional," ucapnya.
Ia mengatakan seluruh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Sigi dapat melakukan inovasi dalam penyajian dan pemasaran sehingga kuliner tradisional tersebut memiliki nilai tambah ekonomi bagi masyarakat.
"Harapannya Festival Ayam Bambu ini bisa dikembangkan menjadi agenda tahunan agar semakin banyak wisatawan yang datang, sekaligus memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat Kulawi Raya," kata dia.
Ia mengemukakan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam melestarikan teknik memasak tradisional ayam bambu sehingga kearifan lokal ini dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.
Pemerintah daerah berkomitmen mendukung penguatan ekonomi kreatif dan pariwisata, termasuk memberikan pendampingan kepada pelaku UMKM serta pengembangan destinasi kuliner lokal.
"Pentingnya dukungan dan partisipasi aktif dari seluruh masyarakat agar program-program yang dijalankan dapat memberikan manfaat nyata, termasuk dalam pengembangan potensi budaya dan ekonomi kreatif seperti yang ditampilkan dalam Festival Ayam Bambu," kata dia.