Tanah Datar siapkan agenda wisata untuk bangkit pascabencana banjir
Pemerintah Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) menyiapkan sejumlah agenda pariwisata untuk membangkitkan dan menggeliatkan perekonomian masyarakat pascabencana banjir.
Seorang joki memacu dua ekor sapi dalam tradisi pacu jawi yang diselenggarakan masyarakat nagari di Kabupaten Tanah Datar, 25 Oktober 2025. ANTARA/Muhammad Zulfikar.
Pemerintah Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) menyiapkan sejumlah agenda pariwisata untuk membangkitkan dan menggeliatkan perekonomian masyarakat pascabencana banjir yang terjadi di daerah tersebut.
"Kami harus bangkit dari bencana ini," kata Bupati Tanah Datar Eka Putra di Kabupaten Tanah Datar, Minggu.
Sebagai salah satu destinasi pariwisata internasional dengan unggulan kesenian dan kebudayaan, Tanah Datar telah menyiapkan agenda pariwisata agar secepatnya pulih dan bangkit setelah dua bulan terdampak bencana.
Beberapa agenda wisata yang disiapkan di antaranya pacu jawi dan merupakan tradisi turun temurun masyarakat di daerah berjuluk "Luhak Nan Tuo" tersebut. Tradisi yang dilaksanakan setiap Sabtu itu menampilkan atraksi para joki dengan lincah untuk memacu sapi di lintasan yang berlumpur.
Kemudian, menjelang bulan suci Ramadan Pemerintah Kabupaten Tanah Datar juga mengagendakan pacu kuda yang digelar pada 8-9 Februari 2026 di Lapangan Dang Tuanku Bukik Gombak, Kecamatan Lima Kaum.
Agenda pacu kuda merupakan salah satu event pariwisata yang paling ditunggu-tunggu masyarakat dari berbagai daerah. Bahkan, Presiden Prabowo Subianto saat masih menjabat sebagai Menteri Pertahanan menyempatkan diri untuk menonton pacu kuda pada April 2023 bersama Yusril Ihza Mahendra dan Afriansyah Noor.
Selanjutnya, yang tidak kalah menarik ialah agenda menjaring ikan (manjalo ikan bilih) di kawasan Danau Singkarak. Event ini menyuguhkan atraksi dan keterampilan seseorang dalam menjaring ikan endemik danau tersebut.
"Akan ada banyak event pariwisata yang disiapkan Tanah Datar sebagai salah satu destinasi pariwisata unggulan di Indonesia bahkan dunia," ujarnya.
Eka optimistis berbagai agenda pariwisata yang disiapkan tersebut bisa mempercepat pertumbuhan dan pergerakan perekonomian masyarakat setelah dua bulan dihantam banjir bandang dan tanah longsor.
Terakhir, untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi pascabencana banjir bandang, pemerintah daerah memastikan tidak akan memungut retribusi kepada pengunjung yang datang ke setiap destinasi wisata kecuali Istano Basa Pagaruyung.
"Pascabencana ini target kami bagaimana perputaran uang itu menyasar pelaku usaha dulu sehingga ekonomi masyarakat bergerak," ucapnya.


