Senin, 10 Desember 2018 | 21:25 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Ekspos

ISIC 2018: Kekuatan keberagaman pemersatu dan pemberdayaan generasi muda Indonesia

Selasa, 24 Juli 2018 - 16:20    |    Penulis : Administrator
Courtesy of The 18th Indonesian Scholars International Convention

Konvensi Ilmiah Internasional Mahasiswa Indonesia ke-18 (ISIC ke-18) telah berakhir hari Minggu (22/07). Acara penutupan diadakan di Square One, Universitas Coventry oleh Dr. David Pilsbury, Representatif yang adalah Wakil Rektor Universitas Coventry, yang menyerahkan hadiah pertama kepada pemenang pertama kompetisi makalah kepada Wydzka Tasha Aulia Akbar yang berjudul Peran Logika Fuzzy dalam Menentukan Limbah Udang di Gresik, Jawa Timur sebagai contoh bagaimana ia mendukung ketahanan kelautan lewat teknologi adaptif. Hadiah Kedua diberikan kepada Ibnu Budiman untuk makalahnya berjudul Memberi Kemungkinan Pemuda Berpartisipasi untuk Inovasi Sosial di Sektor Energi, semetara hadiah ketiga diberikan kepada Fazlur Syarif untuk makalahnya dengan judul Apakah Merek Halal yang Menginduksi Nilai Kreasi atau Kehancuran

Mengangkat tema konvensi sejak hari pertama:  “Mengintegrasikan dan Memberdayakan Generasi Muda melalui Kesatuan dalam Keberagaman untuk Pembangunan Masa Depan Indonesia” telah memberi para mahasiswa Indonesia yang sedang melanjutkan studi di Inggris ini kesempatan untuk mengambil peran kunci dalam pembangunan Indonesia. Para pembicara kunci menyoroti berbagai aspek tantangan ini. Duta Besar Republik Indonesia untuk Inggris, Republik Irlandia, dan IMO-PBB Dr. Rizal Sukma menyampaikan, “Kemampuan para mahasiswa sarjana dan pasca-sarjana dalam bekerja pada kelompok-kelompok yang berasal dari berbagai ragam latar belakang ini, bisa menggunakan kekuatan kekayaan keberagaman kita untuk membangun hal-hal yang lebih baik yang hanya dapat dicapai bila kita bekerja secara terpadu. Bukan dengan cara yang seragam, namun bekerja bersama menjembatani keberagaman, untuk membuat kekuatan persatuan yang dapat ditunjukkan oleh Indonesia.” Dubes Rizal Sukma secara khusus berterima kasih atas partisipasi Lingkar Papua, sebuah jaringan akar rumput dan aktifis pemuda Papua, yang bekerja demi memberi peluang yang lebih baik bagi masyarakat tradisional provisi yang letaknya paling barat Indonesia. 

Dr. David Pilsbury menekankan, “Universitas-universitas di Inggris adalah pusat keunggulan di mana mahasiswa dapat mengembangkan keterampilan-keterampilan individual mereka secara akademik dan sosial masing-masing dan memberi kontribusi terhadap pembangunan pribadi mereka sesuai dengan kualitas dari universitas mereka kuliah. Pribadi-pribadi tersebut adalah awal dari peran-peran mereka yang lebih penting lagi nanti saat telah lulus dan kembali ke Indonesia di mana kaum muda yang terdidik akan menentukan lintasan  pembangunan negrinya di tahun-tahun ke depan dan dekade mendatang.”

Wakil kelima Menteri Luar Negeri dan mantan Duta Besar RI untuk Amerika Serikat di Washington DC, Dino Patti Djalal bertanggung jawab mengelola diaspora Indonesia di seluruh dunia, - merefleksikan perjalanan kariernya dan mendorong delegasi ISIC ke-18 untuk berani menentukan pilihan karir serta memaksimalkan kontribusinya terhadap pembangunan Indonesia. Ahmad Yuniarto, pendiri dan ketua Yayasan Biru Peduli, menambahkan bahwa soft skill; dalam membuat keputusan, mengambil risiko, dan bertanggung jawab terhadap keputusan yang diambilnya, kemudian dikombinasikan dengan integritas pribadi diri para mahasiswa kala mununtut ilmu di Ingrris dengan saat kembalinya ke Indonesia. Pada saatnya, hal tersebut akan menentukan seberapa baik/jauh mereka dalam menavigasi komunitas tradisisionalnya untuk terus lebih baik lagi di Indonesia. Desi Anwar, anchor dan direktur CNN Indonesia, memberi pandangan terhadap apa yang dapat dicapai bila berkonsentrasi untuk tidak membuang waktu dan menjaga kesehatan. Tetap termotivasi dan terus mencaritahu terhadap apa yang perlu dipelajari dalam rangka mampu mengatasi tantangan, - bisa saja dengan pemahaman baru, sebuah bahasa baru atau suatu lapangan teknis baru. 

Prof E. Aminudin Aziz, MA, PhD, Atase Pendidikan dan Kebudayaan Kedubes RI di Inggris mendorong terus perkembangan ISIC sebagai sarana jejaring seluruh mahasiswa Indonesia dan memberi dukungan kepada mereka di Inggris.

ISIC ke-18 juga memberikan sesi pembentukan karir, termasuk sesi jejaring dengan perusahaan serta organisasi/asosiasi/agen utama Indonesia dan difasilitasi oleh sejumlah kalangan industri: Institute of Chartered Accountants di Inggris dan Wales (ICAEW), Perusahaan Listrik Nasional Indonesia (PLN), Sekolah Cikal, Kompas Gramedia, IBM Indonesia, McKinsey Indonesia dan juga Danone Indonesia.

Acara hari terakhir konvensi ini juga diisi oleh Forum Cendekiawan Indonesia (ISF) dan sesi diskusi tentang Ekonomi, Bisnis, Politik, Budaya, Pendidikan, Gender, Seksualitas, Hak Asasi Manusia, Energi, Infrastruktur, Kesehatan, Ilmu Pengetahuan Alam, dan TI. Setiap sesi dihadiri secara khusus untuk sekitar 20 peserta. Sesi-sesi tersebut kemudian dirangkum dalam Masterclass yang difasilitasi oleh Prof. Benny Tjahjono, seorang Profesor Manajemen untuk Suplai-Rantai dari Universitas Coventry dan M. Yusuf Prajitno, kandidat PhD di bidang Teknik Kimia dari University of Leeds.

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Jika Anda juga ingin mempromosikan produk Anda di laman EKSPOS, hubungi Sales & Marketing Elshinta.com, via telepon (021) 584 2285.

elshinta.com
elshinta.com
   
Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com