Ekspos
Jangan panik! Ini tips aman memilih layanan pinjaman online untuk atasi masalah keuangan mendesak
Elshinta
Selasa, 13 Juli 2021 - 19:19 | Editor : Sigit Kurniawan
 Jangan panik! Ini tips aman memilih layanan pinjaman online untuk atasi masalah keuangan mendesak
Ilustrasi, Sumber foto: https://bit.ly/3r8I4pi/elshinta.com.

Tak ada yang bisa memperkirakan kapan kebutuhan mendesak akan datang menghadang. Beruntung jika masalah keuangan tiba saat finansial tengah stabil dan mampu diatasi oleh tabungan atau dana darurat yang selama ini sudah dikumpulkan. Namun, tak menutup kemungkinan pula jika masalah tersebut muncul saat kondisi finansial tidak siap menghadapinya.

Saat hal tersebut terjadi, semua orang pasti berusaha untuk menyiasatinya dengan berbagai cara, salah satunya mengajukan pinjaman dana. Yang menjadi masalah adalah tak semua orang memiliki akses untuk mengajukan pinjaman di bank karena syarat pengajuannya yang sulit dan ribet. Oleh karena itu, sebagai alternatifnya, kini muncul layanan pinjaman online yang dapat diajukan dengan sangat mudah dan mampu dijangkau oleh hampir semua kalangan masyarakat.

Pada pinjaman online, syarat pengajuan pinjamannya biasanya hanyalah dokumen pribadi saja, seperti, KTP, NPWP, dan juga slip gaji. Proses pengajuannya pun terbilang sangat mudah dan praktis, yakni dengan mengunduh aplikasi pinjaman online pada smartphone dan melangsungkan proses pengajuan secara online tanpa memerlukan aktivitas tatap muka apapun.

Ditambah lagi pencairan dana pinjaman pada kredit online juga instan. Dalam hitungan jam, atau bahkan menit saja, dana pinjaman bisa langsung dikirimkan ke alamat rekening tujuan. Hal inilah yang membuat pinjaman online begitu cepat menarik hati para penggunanya.

Akan tetapi, keunggulan pinjaman online tersebut ternoda akibat adanya oknum yang menawarkan layanan pinjol secara ilegal. Tak tanggung-tanggung, tingginya tingkat bunga dan denda keterlambatan yang dibebankan oleh penyedia layanan pinjol abal-abal tersebut bisa menjadi sumber nestapa bagi kondisi keuangan korbannya.

Oleh karena itu, sebelum mengajukan pinjaman online, Anda perlu mencari tahu dulu bagaimana tips aman memilih layanan yang kredibel dan terpercaya. Tak perlu takut, Anda bisa mengikuti 3 tips berikut ini agar tak terjebak layanan pinjaman online palsu yang menjerumuskan.

  1. Pastikan Pinjaman Online Berstatus Terdaftar dan Mendapatkan Pengawasan dari OJK serta tergabung dalam AFPI

Salah satu alasan masih ada saja orang yang enggan mengajukan pinjaman online adalah karena adanya layanan ilegal atau palsu. Mereka merasa bahwa tingkat bunga yang dibebankan pada layanan pinjol abal-abal tersebut terlalu tinggi. Selain itu, jika membayar tagihan melewati tanggal jatuh tempo, denda keterlambatan yang diberikan juga langsung membuat cicilannya membengkak.

Hal tersebut memang benar adanya, namun hanya berlaku saat Anda mengajukan pinjaman pada layanan yang ilegal atau tak memiliki status terdaftar di OJK atau Otoritas Jasa Keuangan dan terdaftar dalam AFPI . Saat menggunakan layanan pinjol yang resmi, kredibel, dan terdaftar di OJK dan tergabung dalam AFPI, seluruh kebijakan terkait aktivitas pinjaman, seperti, tingkat bunga, denda keterlambatan, bahkan metode penagihan disesuaikan dengan aturan dan regulasi yang berlaku.

Mudah saja untuk mengecek status terdaftar OJK dari sebuah layanan pinjaman online atau fintech, yakni dengan melihat daftar perusahaan atau fintech yang dirilis oleh OJK di situs resminya. Selain itu, Anda juga bisa menghubungi langsung nomor kontak pelayanan OJK 157, ataupun melalui via aplikasi Whatsapp di nomor 081 157157157.

  1. Cek Besaran Bunga yang Dibebankan

Bagi Anda yang belum tahu, OJK merupakan lembaga yang secara resmi bertugas untuk mengawasi serta mengatur seluruh aktivitas jasa keuangan di Indonesia. Dengan mengajukan pinjaman online pada layanan yang resmi, artinya segala kebijakan terkait aktivitas kredit tersebut dijamin telah sesuai dengan aturan dan regulasi yang berlaku. Termasuk juga dalam hal tingkat bunga yang dibebankan.

Berdasarkan aturan OJK, pinjaman online hanya boleh memasang tingkat bunga maksimal 0,8% per harinya atau setara 24% per bulannya. Ingat, jika tingkat bunga tersebut merupakan batas maksimal besaran bunga yang boleh dipasang oleh sebuah layanan pinjaman online. Dalam kata lain, ada kesempatan bagi Anda untuk mengajukan kredit online dengan beban bunga yang lebih rendah sehingga nominal cicilannya setiap bulan juga menjadi lebih ringan.

  1. Cari Tahu Track Record Pinjaman Online dan Ulasan dari Pengguna Terdahulunya

Hal terakhir yang tak kalah pentingnya untuk mengamankan pengajuan pinjaman online adalah mencari tahu track record layanannya di internet. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk melakukan tips ini, mulai dari melihat aktivitas akun media sosial resminya, melihat ulasan pelanggan terdahulu di berbagai forum digital, ataupun melalui rating yang ada di Google Playstore atau AppStore.

Melalui track record tersebut, Anda bisa menilai sendiri bagaimana kualitas layanan pinjaman online yang ingin digunakan. Beberapa hal yang perlu dicermati adalah kualitas pelayanan konsumen yang diberikan, transparansi tagihan, metode penagihan, dan lain sebagainya. Jika dirasa cocok dan tak ada hal yang dirasa merugikan, maka Anda boleh mengajukan pinjaman online pada layanan tersebut.

Selalu Teliti dan Cek Kembali Syarat dan Ketentuan Pinjaman

Pinjaman online bukanlah layanan keuangan berbasis digital yang seharusnya ditakuti dan dihindari. Jika digunakan dengan cara yang tepat, penuh ketelitian dan perhitungan, pinjaman online dapat menjadi solusi terbaik untuk bangkit dari kondisi finansial yang terpuruk. Oleh karena itu, agar pengajuan pinjaman online dapat berjalan dengan aman dan lancar hingga akhir, pastikan untuk mengaplikasikan 3 tips di atas, ya!

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Gandeng idEA, Himbara luncurkan DigiKU kredit tanpa bunga melilit
Jumat, 17 September 2021 - 13:47 WIB
Kebutuhan dana tunai untuk membangun kembali usaha yang sempat terdampak pandemi menjadi isu utama y...
Ralali Solution Center bantu UMKM transformasi digital
Rabu, 15 September 2021 - 23:00 WIB
Menteri Koperasi dan UMKM, Teten Masduki mengatakan bahwa saat ini UMKM yang memasuki ekosistem digi...
15 Daftar Badan Publik yang mengembalikan SAQ Monev 2021 ke KI DKI Jakarta
Selasa, 14 September 2021 - 11:12 WIB
Jakarta - Pengisian Self Assesment Questionnaire (SAQ) pada kegiatan Monitoring Evaluasi Badan Publi...
Semester I 2021, GRP raih laba bersih USD22,63 juta
Selasa, 14 September 2021 - 15:55 WIB
Di bawah tekanan pandemi Covid-19, PT Gunung Raja Paksi Tbk, justru membukukan kinerja sangat positi...
HUT ke 52, PT BPR Bank Bapas 69 luncurkan mobil kas keliling
Jumat, 10 September 2021 - 14:15 WIB
Tepat di Hari ulang tahun ke 52,  PT BPR Bank Bapas 69 Kabupaten Magelang, Jawa Tengah meluncurkan ...
Penuhi kebutuhan serat, Fibe mini promosikan tren hidup sehat
Jumat, 10 September 2021 - 14:03 WIB
Tren hidup sehat akhir-akhir ini semakin mengemuka di berbagai kalangan masyarakat. Pola makan yang ...
Usung konsep etnik dan homey, kedai Kopi Bajawa Flores hadir sambil beramal
Kamis, 09 September 2021 - 16:09 WIB
Sebuah  cafe di kawasan Tebet Jakarta Selatan mengusung tema ngopi Sekaligus Beramal, Kamis (9/9). ...
Tingkatkan loyalti dan retensi bisnis, TADA luncurkan `omnichannel loyalty`
Rabu, 08 September 2021 - 17:05 WIB
TADA, end-to-end Customer Retention platform di Indonesia meluncurkan omnichannel loyalty platform. ...
Telkom, Transvision dan Freeport Indonesia kerjasama layanan TV digital
Senin, 06 September 2021 - 21:18 WIB
Mempertegas visi Transvision yaitu menyediakan layanan dan tayangan yang informatif, edukatif serta ...
Hadapi Covid-19, Ralali berikan solusi kesehatan dengan Neoclinic dan Primero
Selasa, 31 Agustus 2021 - 19:04 WIB
Pandemi virus Covid-19 masih belum mencapai tahap akhir di Indonesia. 20 bulan sudah Indonesia memer...
Live Streaming Radio Network