Ekspos
Penyebab Avax Coin naik di tengah tren penurunan kripto
Elshinta
Senin, 11 April 2022 - 15:51 | Editor : Sigit Kurniawan
Penyebab Avax Coin naik di tengah tren penurunan kripto
Sumber foto: https://bit.ly/3riFgXT/elshinta.com.

Fluktuasi sebuah aset digital tentu menjadi perhatian tersendiri bagi investor. Bahkan fenomena langka terjadi pada Avalanche (Avax) yang memperlihatkan kenaikan nilai, sementara mayoritas kripto lainnnya mengalami penurunan.

Lantas banyak pertanyaan apa sih yang menjadi faktor avax coin bisa terus berada di zona hijau, sementara aset kripto yang lebih popular seperti Bitcoin, Ethereum, dll berada di zona merah? Berikut beberapa analisa penyebab fenomena tersebut?

Mengapa harga Avalanche (AVAX) naik?

Tak dapat disangkal salah satu faktor mengapa nilai Avalanche (Avax) terus mengalami kenaikan adalah pengumuman Terra Luna Foundation yag menyatakan mereka telah menambahkan Avax pada cadangan UST-nya. Bahkan langkah yang diambil Luna cukup besar dengan membeli Avaxcoin senilai US$ 100 juta.

Hasilnya kini Avalance atau Avax menjadi sebuah aset kripto pada lapisan pertama yang memiliki nilai terbesar kedua yang diberikan tambahan pada cadangan UST setelah Bitcoin. Dalam sebuah Tweet Terra Luna Foundation menyatakan;

Selain menambahkan Avalanche ke cadangan UST dan membeli koin AVAX, Terra juga bermitra dengan Avalanche untuk mengembangkan subnet game baru menggunakan subnet Avalanche. Terra Luna Foundation melewati Ethereum untuk memilih Avalanche karena mereka percaya Avalanche mengalami pertumbuhan yang cepat dan memiliki basis penggemar yang luas.

Bahkan pendiri Terra Luna, Don Kwon mengatakan:

“Avalanche masih merupakan ekosistem yang berkembang… sebagian besar didorong oleh loyalitas terhadap token AVAX dan pengguna merasakan banyak kedekatan dengan aset yang sejalan dengan AVAX. Sedangkan untuk rata-rata pengguna Ethereum, menyelaraskan diri dengan Ether tidak terlalu berarti.”

Sementara itu, Tim pada Terra Luna Foundation melanjutkan dan membuat pengumuman terkait Terra Luna yang berkolaborasi dengan Avalanche atau Avax menjadi sebuah subnet game baru. dimana subnet Avalanche menjadi sistem yang kuat untuk membangun generasi selanjutnya dari aplikasi web 3 yang masuk dalam skala kasus penggunaan khusus.

Akibatnya, dari perkembangan yang dijelaskan di atas maka berdampak kepada nilai Avax yang tidak merosot. Bahkan kejadian selanjutya Avax malah mengalami kenaikan. Tentunya hal ini membuat para investor dapat menyaksikan hal tersebut selama beberapa hari atau berminggu-minggu.

Ini Penyebab Harga Avalanche (AVAX) Cetak Rekor Tertinggi

Banyak yang harus diakui, ketika pada awalnya Avalanche (avax) tidak akan masuk dalam peringkat 11 berdasarkan nilai pasar. Tetapi ketika pasar masuk zona merah, selama beberapa hari, Avax kemudian bergerak dengan menggeser posisi Shiba Inu (Shib) dan kemudian berada dibawah Doge Coin.

Tak hanya itu, bahkan pada 21 November 2021 allu, Avax coin sukses mencapai rekor tertinggi sepanjang waktunya, berkisar di angka Rp 2jutaan. Ketika dianalisa tentu hal ini menjadi sangat menarik padahal pada 17 November 2021 sebelumnya harga Avax Coin hanya berkisar Rp 1,3 jutaan.

Pertanyaan apa yang menyebabkan nilai Avax coin yang dirintis oleh Profesor Emin Gun Sirer mampu mendobrak pasar yang umumnya berada pada zona merah.

Kemitraan dengan Deloitte

Perjalaan Avax coin pun tak berhenti untuk terus bekerja sama dengan pihak lain. Pendiri Avax Labs, Emin Gun Sirer membangun kerjasama dengan perusahaan akutansi terkenal yaitu, Deloitte. Mereka berkolaborasi  membangun aplikasi kripto yang ditujukan untuk menggalang dana bantuan bencana alam dengan aset Avax coin.

Dalam sejarahya, Avax pernah melawan kelesuan pasar aset kripto dengan memberikan peningkatan mencapai 40,7 persen dalam satu pekan terakhir, kemudian kembali meroket  menjadi 32 kali lipat hanya dalam waktu satu tahun. Sementara itu, umumnya aset kripto papan atas mengalami penurunan dimana Bitcoin anjlok 12,2 persen, Ethereum turun mencapai 10 persen, Binance Coin turun menjadi 12,9 persen dan Solana mengalami anjlok hingga 7,2 persen.

Apa Itu Deloitte?

Deloitte sediri merupakan sebuah perusahaan akutansi terkenal asal Inggris. Perusahaan yang telah sangat tua ini didirikan pada tahun 1845, yang kemudian memperluas produk jasanya dengan membuka konsultasi perpajakan yang digunakan oleh banyak perusahaan dengan brand ternama dari ratusan negara.

Deloitte masuk kategori julukan “The big 4” bersama perusahaan lain yang sekelas, yakni PricewaterhouseCoopers (percent), KPMG, dan Ernst & younger.

Deloitte dan Avalanche

Hubungan kuat yang terjalin antara Deloitte dan Avalanche terletak dari kebutuhan untuk menyediakan transparansi suatu transaksi keuangan dalam proses audit. Artinya blokchain Avalanche disebut lebih terpercaya dan meningkatkan kredibilitasnya untuk menjadi pemain pada aset kripto di sebuah bursa.

Menurut Bloomberg, Deloitte memutuskan menggunakan blockchain Avalanche, karena Deloitte telah mendapatkan kesepakatan dengan pendanaan bantuan bencana AS. Layanan Manajemen Krisis Pemerintah di Deloitte dibangun untuk membantu pemerintah menangani bencana.

Mereka memilih blockchain Avalanche untuk membangun layanan sosial, dan layanan ini menyederhanakan aplikasi penggantian biaya bencana untuk korban bencana alam dengan menggabungkan dan memvalidasi dokumentasi. Sehingga blockchain Avalanche akan memungkinkan solusi yang transparan dan hemat biaya.

Proses ini bertujuan untuk mempercepat pemulihan di daerah yang terkena bencana alam dengan membawa pengaturan dokumen yang lebih besar dan mengelola operasi dari jarak jauh.

Keunggulan Avax Coin

Meski setiap aset kripto atau semua jenis blockchain dapat dengan mudah dilakukan audit karena memiliki karakter yang terbuka. Tetapi bagi blockchain Avalanche mereke memiliki keunggulan yang tidak di dapatkan pada aset kripto seprti Ethereum atau Solana.  Kalau Ethereum dan Solana hanya memiliki satu sistem, Avalanche punya 3 blockchain yang berbeda, tapi jadi satu kesatuan, yakni change Chain (X-Chain), agreement Chain (C-Chain) dan Platform Chain (P-Chain).

#X-Chain khusus untuk mencatatkan transaksi untuk coin AVAX dan semua token yang diterbitkan di blockchain Avalanche.

#C-Chain untuk mencatatkan clever contract dan aplikasi desentralistik alias DeFi. Sistem yang satu ini punya virtual machine yang fungsinya sama seperti Ethereum digital gadget.

#P-Chain yang mengoordinasikan validator jaringan, melacak subnet aktif, dan memungkinkan pembuatan subnet baru.

Subnet adalah kumpulan validator transaksi. Setiap subnet dapat memvalidasi beberapa blockchain, tetapi sebuah blockchain hanya dapat divalidasi oleh satu subnet.

Dengan sistem blockchain yang terpisah dengan fungsi yang berbeda ini, memungkinkan ini, output transaksi yang lebih tinggi hingga 6.500 transaksi setiap detik tanpa mengorbankan skalabilitas. Berdasarkan catatan developer, biaya transaksi di blockchain Avalanche adalah 0,001575-0,004725 AVAX. Biaya ini bisa berubah-ubah. Bahkan biaya transaksi antar 3 sistem itu juga berbeda-beda.

Burning AVAX

AVAX juga menganut mekanisme burning untuk meningkatkan kelangkaannya. Ini dilakukan secara periodik. Contohnya : Pada 24 November misalnya, pihak Avalanche mengumumkan telah memusnahkan lebih dari 400 ribu AVAX sejak tahun 2020. Itu setara dengan US$ 55 juta. Pasokan maksimal AVAX adalah 720.000.000 AVAX pada 24 November 2021, pasokan yang beredar adalah 223.849.346 AVAX.

Itulah beberapa analisa kekuatan Avalanche atau Avax Coin mampu bertahan bahkan meningkat ketika aset kripto papan atas terpuruk ke zona merah, Tertarik? Selamat mencoba!

Token Avalanche dan puluhan aset crypto lainnya bisa kamu dapatkan secara mudah lewat aplikasi Pintu.

Pintu adalah aplikasi jual beli bitcoin dan aset crypto lainnya yang telah terdaftar resmi di Bappebti. Di Pintu, kamu bisa mengecek pergerakan harga aset, membaca berita-berita terbaru tentang crypto serta melakukan investasi dan trading hanya mulai dari Rp11.000 saja, lho.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Joe Taslim selalu berbagi pekerjaan rumah dengan istri
Sabtu, 02 Juli 2022 - 15:01 WIB
Sebagai kepala keluarga, Joe Taslim selalu berbagi pekerjaan rumah pada istrinya. Semisal dalam pemi...
Astra Land Indonesia raih `Best Rising Star Developer` 
Jumat, 01 Juli 2022 - 18:44 WIB
PT Astra Land Indonesia, bagian dari Astra Property yang merupakan lini binis ketujuh ASTRA, berhasi...
Dewaweb sediakan platform belajar online melalui webinar gratis di Dewatalks
Selasa, 28 Juni 2022 - 10:11 WIB
Penyedia layanan cloud hosting, Dewaweb, turut andil dalam memberikan wadah pembelajaran online mela...
Tahun Kolaborasi 2022, `Multichannel Music For The Future` diluncurkan 
Senin, 27 Juni 2022 - 18:06 WIB
Tahun 2022 adalah tahun kolaborasi, dimana semua sektor bidang usaha tidak dapat lagi berjalan sendi...
Ramai PHK massal dan startup gagal, Hashmicro justru tambah jumlah pegawai
Rabu, 22 Juni 2022 - 11:01 WIB
Fenomena berbagai startup yang melakukan proses efisiensi melalui PHK (Pemutusan Hak Karyawan) massa...
5 manfaat ikut forum tanya jawab dokter, bisa lirik SehatQ
Jumat, 17 Juni 2022 - 22:10 WIB
Pengetahuan soal kesehatan amat penting untuk menunjang hidup. Dengan pengetahuan kesehatan yang bai...
Transvision jadi official broadcaster Tour de France
Jumat, 17 Juni 2022 - 11:02 WIB
Antusiasme masyarakat terhadap olahraga bersepeda kian meningkat pasca pandemi, terutama di kota-kot...
Hati-hati, virus dapat menempel di dinding rumah kita, bahkan bisa menjadi penyebab tertular Covid-19
Jumat, 17 Juni 2022 - 10:57 WIB
Hati-hati, virus dapat juga menempel di dinding rumah kita. Bahkan bisa menjadi penyebab tertular C...
Peringati Hari Donor Darah Sedunia, Radjak Hospital gelar donor darah serentak
Selasa, 14 Juni 2022 - 14:29 WIB
Secanggih apapun teknologi, tidak ada yang bisa menggantikan darah. Kebutuhan darah hanya dapat dipe...
Mandiri AXA General Insurance & Bank Neo Commerce siapkan layanan finansial menyeluruh
Sabtu, 11 Juni 2022 - 11:13 WIB
PT Mandiri AXA General Insurance (MAGI) & PT Bank Neo Commerce Tbk. (BNC) melakukan penandatanganan ...
InfodariAnda (IdA)