Top
Begin typing your search above and press return to search.

TUKULILING: Cara TUKU hadir lebih fleksibel di berbagai momen kebersamaan

Menjawab kebutuhan akan layanan kopi dan hospitality yang semakin beragam di luar toko, Toko Kopi Tuku (TUKU) memperkenalkan TUKULILING, sebuah identitas baru yang merangkum cara TUKU hadir lebih fleksibel, adaptif dan eksploratif.

TUKULILING: Cara TUKU hadir lebih fleksibel di berbagai momen kebersamaan
X

Jakarta, 10 Februari 2026 — Menjawab kebutuhan akan layanan kopi dan hospitality yang semakin beragam di luar toko, Toko Kopi Tuku (TUKU) memperkenalkan TUKULILING, sebuah identitas baru yang merangkum cara TUKU hadir lebih fleksibel, adaptif dan eksploratif di berbagai konteks kebersamaan—mulai dari ruang publik, perkantoran, hingga kolaborasi lintas sektor.

TUKULILING menjadi langkah strategis TUKU dalam memperluas cara hadirnya di luar toko, seiring perubahan ritme berkumpul dan kebutuhan konsumen yang semakin dinamis. Identitas ini diperkenalkan kepada mitra dan pemangku kepentingan dalam forum diskusi Kumpul Tetangga TUKULILING yang berlangsung pekan lalu di Toho Cafe. Acara ini menjadi ruang dialog tentang bagaimana ritme berkumpul terus berubah, serta bagaimana TUKULILING hadir sebagai respons yang relevan.

Dalam sesi pembuka, Rully Gumilar, COO TUKU, menegaskan bahwa alasan orang terus memilih TUKU selalu kembali pada hal yang sederhana: rasa dekat. “Orang merasa dekat dengan TUKU karena mereka merasa jadi bagian dari cerita, bukan sekadar pembeli. Dan di 2026, fleksibilitas menjadi kunci, bagaimana TUKU bisa mengikuti ritme kebutuhan Tetangga. Di situlah TUKULILING mengambil peran,” jelas Rully.


Fleksibilitas tersebut diwujudkan melalui berbagai format layananan, mulai dari pop up store, coffee serving, Mobile Cafe Tukuliling Rangga, hingga format praktis seperti vending machine, yang memudahkan pengalaman TUKU hadir di lebih banyak titik masyarakat. Pendekatan ini lahir dari kebutuhan nyata di lapangan dan evolusi customer experience yang menuntut kehadiran yang lebih cepat, praktis, dan kontekstual.

Dari perspektif pengelola ruang publik, aktivasi TUKULILING terbukti memberi dampak pada dinamika ruang urban. Jacques Ricardo Daniel Soleman, VP Commercial & Retail Division PT MRT Jakarta (Perseroda), menyampaikan bahwa selama periode pop-up, jumlah pengunjung stasiun meningkat sekitar 3.000 orang per hari. “Itu menunjukkan ruang publik bisa hidup ketika pengalaman yang dihadirkan relevan dengan kebutuhan orang untuk bertemu,” ujarnya.

Dari sisi penyelenggaraan acara, TUKULILING dalam format coffee serving yang adaptif juga menjadi dukungan operasional yang signifikan. Citra Aurora Paramita, CEO Swasana, Gunawarman, Pakubuwono Wedding Organizer, menyoroti tekanan yang kerap muncul menjelang hari pelaksanaan. “Menjelang hari-H, fokus penyelenggara seharusnya ada pada jalannya acara dan pengalaman tamu.

Dukungan TUKULILING membantu kami mengelola kebutuhan teknis tanpa mengganggu alur utama acara,” ujarnya.


Menutup diskusi, Andanu Prasetyo, CEO & Founder TUKU menegaskan bahwa bagi TUKU, pertumbuhan adalah konsekuensi dari relevansi dan kedekatan yang dijaga secara konsisten. “Bisnis itu konsekuensi. Yang kami cari adalah bagaimana kebersamaan bisa terasa, dan dari situ nilai serta hubungan bisa tumbuh,” ungkapnya. Ia menambahkan bahwa TUKU ingin terus hadir sebagai brand yang hangat dan relevan, dengan cara-cara yang semakin kontekstual.

Melalui TUKULILING, TUKU memperluas cara hadirnya di luar toko, membawa kopi, kehangatan, dan nilai-nilai TUKU ke lebih banyak ruang, ritme, dan lebih banyak bentuk kebersamaan, Forum Kumpul Tetangga TUKULILING menjadi salah satu langkah awal untuk membuka ruang dialog dengan para mitra dan pemangku kepentingan, sekaligus menandai fase baru perkalanan TUKU dalam merespons kebutuhan komunitas yang terus berkembang.

Email: tokokopi@tuku.coffee | Instagram : @tokokopituku @tokoserbatuku

Tentang Toko Kopi Tuku

Berawal dari Tahun 2015, Toko Kopi Tuku merupakan sebuah toko kecil di Jl. Cipete Raya yang merupakan sebuah daerah di Jakarta Selatan, yang semula merupakan toko kopi lokal dengan fokus utama menemukan rasa kopi yang cocok di kalangan tetangga sekitar. Es Kopi Susu Tetangga, sebuah minuman kopi perpaduan Es, Kopi, Susu dan Gula Aren yang dibagikan kepada tetangga sekitar, yang kemudian menjadi minuman favorit dan kerap dibagikan dari tetangga satu hingga lainnya. Dalam perjalanannya, Toko Kopi Tuku kemudian menjadi minuman favorit yang dapat dinikmati oleh kalangan banyak, dengan bantuan gotong royong tetangga yang kerap bercerita mengenai secangkir kopi favoritnya. Hal ini membuat Toko Kopi Tuku bermimpi untuk dapat berkontribusi dalam meningkatkan apresiasi terhadap kopi lokal serta meningkatkan konsumsi kopi bagi Indonesia yang baik bagi hulu dan hilir.

Memasuki tahun ke-10, Toko Kopi Tuku kini sudah bertetangga di 75 tempat termasuk di Jabodetabek, Surabaya, Malang, Yogyakarta, Bandung dan Bali.

Untuk pertanyaan media, silahkan hubungi:

Rury Anggi

Public Relations

rury@maka.id - 0821 1004 9524

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire